Art Original
Coping Religius Pada Mahasiswi Yang Melaksanakan Shalat Lima Waktu
COPING RELIGIUS PADA MAHASISWI YANG MELAKSANAKAN SHALAT LIMA WAKTU TIARA RAMADHANI 198110061 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Mahasiswi menghadapi masalah dari interaksi hubungan interpersonal yang bersifat negatif yang akan berdampak buruk pada aspek fisik dan psikologis. Untuk mengatasi masalah tersebut mahasiswi membutuhkan strategi coping. Salah satu strategi coping positif yaitu coping religius merupakan cara mahasiswa sebagai keyakinannya dalam mengelola stres dan masalah dalam hidupnya. Pendekatan spiritual atau keagamaan menjadi langkah opsional dalam mengatasi masalah yang dihadapi mahasiswi. contoh dari coping religius adalah melakukan aktivitas keagamaan seperti berdoa, melakukan ritual yang dapat meningkatkan keimanan, menjadikan ajaran agama sebagai pegangan, serta mencari dukungan dari orang lain yang juga melakukan aktivitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran coping religius dengan cara shalat sebagai salah satu cara untuk dapat memberi dampak perubahan, terkhusus pada mahasiswi. Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara terstruktur dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan merasakan bahwa shalat berdampak baik pada fisik terutama pada kesehatan tubuh, kesehatan psikologis terutama dalam mengatasi stres. Ketiga informan juga merasakan ketenangan saat menghadapi kesulitan dan merasakan kedekatan dengan Allah. Kata kunci: coping religius, mahasiswi, dan shalat lima waktu
No other version available