Art Original
Gambaran Belas Kasih Diri Anak Korban Perceraian Orang Tua
Perceraian merupakan keputusan yang menyakitkan, khususnya pada anak. Perceraian orang tua akan berdampak pada kondisi psikologis anak dalam jangka panjang hingga mereka dewasa. Oleh karena itu, berbelas kasih pada diri sendiri merupakan salah satu cara agar anak dapat meminimalkan risiko munculnya masalah psikologis berkepanjangan yaitu dengan cara memberikan dukungan kepada diri sendiri untuk bangkit dari keterpurukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran belas kasih diri anak korban perceraian orang tua. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang anak yang mengalami perceraian orang tua di usia 7 tahun hingga 16 tahun. Teknik penentuan informan dengan menggunakan purposive sampling yaitu berdasarkan karakteristik. Data penelitian diperoleh dangan metode wawancara dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode analisis Miles & Huberman. Hasil penelitian keempat informan telah melalui berbagai proses yaitu; menarik diri dari lingkungan, merasakan perubahan dari perilaku dan emosional, menyalahkan diri dan menyalahkan keadaan yang terjadi serta memiliki pandangan negatif pada dirinya sendiri, kedua informan mulai mencoba untuk beradaptasi dengan keadaan dan mencari cara untuk menghilangkan rasa trauma salah satunya dengan cara terbuka pada orang-orang terdekat, ketiga informan mulai belajar memaafkan dan berdamai dengan diri juga keadaannya hingga akhirnya informan merasakan dan mulai mengalami berbagai perubahan di dalam dirinya. Keempat informan dapat menunjukkan berbagai perubahan kearah yang lebih positif ketika mencoba untuk berbelas kasih pada diri dan berdamai dengan masa lalunya.
No other version available