Art Original
Hubungan Pola Asuh Otoriter Dengan Kritik Diri Pada Dewasa Awal Di Pekanbaru
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER DENGAN KRITIK DIRI PADA DEWASA AWAL DI PEKANBARU DUWI AYU PUSPITA 208110136 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Masa dewasa awal merupakan masa penyesuaian diri terhadap lingkungan, dimana individu dewasa awal banyak dituntut untuk melakukan apapun secara mandiri. Sehingga, individu yang dibesarkan dengan pola asuh yang terlalu mengontrol dapat menyebabkan masalah pada diri individu seperti kritik pada diri sendiri. Pola asuh otoriter yang terlalu mengontrol dan memberikan hukuman jika individu tidak mematuhi aturan dapat menimbulkan kritik diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu individu dewasa awal yang berusia 20-24 tahun dan diasuh oleh ke-dua orang tua dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala FSCRS (Form of self criticism reassuring self) yang disusun oleh Gilbert dkk., (2004) dan skala pola asuh otoriter yang disusun oleh Mahakena (2015). Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru dengan nilai korelasi sebesar 0.283 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p
No other version available