Art Original
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Selfcompassion Pada Mahasiswa Rantau Di Pekanbaru
Mahasiswa rantau akan menghadapi masalah yang berkaitan dengan lingkungan dan kegiatan akademik yang baru. Hal ini akan memicu beragam emosi negatif pada mahasiswa rantau, yang sering kali ditandai dengan perasaan cemas, kesepian, dan ketidaknyamanan, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan akademik dan kesehatan mental mereka. Mengembangkan selfcompassion terhadap diri sendiri dianggap sebagai langkah awal yang penting dalam mengelola dan mengatasi emosi negatif tersebut. Self-compassion dapat diperoleh melalui pengembangan kecerdasan emosional yang memadai. Kecerdasan emosional memungkinkan individu untuk mengelola emosi dengan efektif, sehingga mereka dapat tetap fokus dan produktif dalam menjalankan tugastugas akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan self-compassion pada mahasiswa rantau di Pekanbaru. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 115 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data berupa skala welas asih yang disusun oleh Sugianto, Suwarto, & Sutanto (2020) dan skala kecerdasan emosional yang disusun oleh Indriyani (2020). Adapun data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan selfcompassion pada mahasiswa rantau di Pekanbaru dengan nilai r = 0,444 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p
No other version available