Art Original
Resiliensi Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Memiliki Orang Tua Bercerai
Perceraian tentunya akan sangat menyakitkan dan memberikan dampak bagi setiap anggota keluarga terutama anak, bahkan tanpa disadari anak merupakan individu yang paling terluka akibat dari perceraian kedua orang tuanya ini. Untuk dapat menerima perceraian ini tentunya bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan dan tidak semua anak mampu untuk menerima, berdamai dan bangkit dari keadaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dewasa awal yang memiliki orang tua bercerai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah dua orang perempuan dewasa awal yang memiliki orang tua bercerai dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan mempertimbangkan dari berbagai kriteria yang telah disiapkan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi. Pada hasil wawancara, kedua informan merasakan dampak psikologis akibat perceraian kedua orang tuanya, yaitu informan merasakan perubahan perilaku dan emosi seperti kesedihan dan menarik diri dari lingkungan, akan tetapi seiring berjalannya waktu kedua informan akhirnya memilih untuk menerima perceraian kedua orang tua mereka dan kembali berbaur dengan lingkungan, hal ini didukung oleh hasil observasi dari kedua informan dimana informan mampu untuk berinteraksi dengan banyak orang dan tidak takut ketika berada di lingkungan yang ramai.
No other version available