Art Original
Gambaran Kepercayaan Diri Pada Remaja Putri Yang Mengalami Fatherless Akibat Perceraian Orang Tua
Remaja putri yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua kemungkinan akan menghadapi masalah yang akan berdampak buruk pada aspek psikologis yaitu kepribadian dirinya salah satunya seperti kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepercayaan diri pada remaja putri yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tuanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini berjumlah empat remaja putri yang berusia 13-15 tahun dan mengalami fatherless akibat perceraian orang tua dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat informan merasakan fatherless atau kehilangan sosok dan peran ayah dalam hidupnya. Dari keempat informan yang diteliti ditemukan satu informan yang memiliki gambaran kepercayaan diri yang berbeda dari ketiga informan lainnya. Informan pertama, informan kedua dan informan ketiga memiliki gambaran kepercayaan diri cukup bagus. Sedangkan, informan keempat memiliki gambaran kepercayaan diri yang tidak stabil dapat dikatakan cukup memiliki kepercayaan diri jika informan keempat merasa didukung oleh lingkungan sosialnya dan dapat dikatakan kurang memiliki kepercayaan diri ketika mengingat bahwasannya informan keempat mengalami hal buruk dalam hidupnya. Hasil dari penelitian ini dapat mengidentifikasi bahwa dukungan sosial atau hubungan dengan figur pengganti dan kualitas hubungan dengan ibu dapat memainkan peran penting dalam mengurangi risiko.
No other version available