Art Original
Pengaruh Perendaman Entres Pada Berbagai Jenis Ekstrak Tanaman Terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Beberapa Varietas Bibit Durian (durio Zibethinus)
Penelitian dengan judul “Pengaruh Perendaman Entres Pada Berbagai Jenis Ekstrak Tanaman terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Beberapa Varietas Bibit Durian (Durio zibethinus)”, telah dilaksanakan di Balai Benih Induk Hortikultura Padang Marpoyan, Jalan Kaharudin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan terhitung dari Agustus hingga November 2024. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi berbagai jenis ekstrak tanaman dan beberapa varietas terhadap pertumbuhan sambung pucuk bibit durian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor Pertama yaitu berbagai jenis ekstrak tanaman yang terdiri dari 5 taraf perlakuan (kontrol, ekstrak toge, air kelapa, ekstrak bawang merah, dan IAA) dan Faktor kedua yaitu varietas yang terdiri dari 4 taraf (Si Jantung Kampar, Matahari, Kromo Banyumas, dan Namlung Petaling-06) sehingga diperoleh 20 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 60 satuan percobaan. Parameter yang diamati yaitu Persentase Keberhasilan Sambungan, Jumlah Daun, Luas Daun Terluas, Laju Asimilasi Bersih, dan Laju Pertumbuhan Relatif. Data pengamatan dianalisis ragam dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi berbagai jenis ekstrak tanaman dan varietas durian berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun terluas, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan relatif bibit durian. Pada pengamatan jumlah daun, perlakuan terbaik terdapat pada IAA dan varietas Namlung Petaling-06 (A4V4). Pada pengamatan luas daun terluas, perlakuan terbaik terdapat pada bawang merah dan varietas Si Jantung Kampar (A3V1) dan air kelapa dan varietas Kromo Banyumas (A2V3). Pada pengamatan laju asimilasi bersih 60-70 HSS perlakuan terbaik terdapat pada air kelapa dan varietas Kromo Banyumas (A2V3), pada pengamatan 70-80 HSS perlakuan terbaik terdapat pada air kelapa dan varietas Namlung Petaling-06 (A2V4), dan pada pengamatan 80-90 HSS perlakuan terbaik terdapat pada air kelapa dan varietas Namlung Petaling-06 (A2V4). Serta pada pengamatan laju pertumbuhan relatif 60-70 HSS perlakuan terbaik terdapat pada air kelapa dan varietas Kromo Banyumas (A2V3), pada pengamatan 70-80 HSS perlakuan terbaik terdapat pada air kelapa dan varietas Namlung Petaling-06 (A2V4), dan pada pengamatan 80-90 HSS perlakuan terbaik terdapat pada kontrol dan varietas Si Jantung Kampar (A0V1). Pengaruh utama berbagai jenis ekstrak tanaman berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun terluas, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan relatif bibit durian. Perlakuan terbaik terdapat pada air kelapa (A2). Pengaruh utama varietas durian berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun terluas, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan relatif bibit durian. Pada pengamatan jumlah daun perlakuan terbaik yaitu varietas Namlung Petaling-06 (V4), varietas Kromo Banyumas (V3), dan varietas Si Jantung Kampar (V1). Pada pengamatan luas daun terluas perlakuan terbaik yaitu varietas Kromo Banyumas (V3). Pada pengamatan laju asimilasi bersih pengamatan 60-70 HSS perlakuan terbaik yaitu varietas Kromo Banyumas (V3), pada pengamatan 70-80 HSS perlakuan terbaik yaitu varietas Namlung Petaling-06 (V4) dan varietas Matahari (V2), pada pengamatan 80-90 HSS perlakan terbaik yaitu varietas Namlung Petaling-06 (V4). Pada pengamatan laju pertumbuhan relatif pengamatan 60-70 HSS perlakuan terbaik yaitu varietas Kromo Banyumas (V3), pada pengamatan 70-80 HSS perlakuan terbaik yaitu varietas Namlung Petaling-06 (V4) dan varietas Matahari (V2), dan pada pengamatan 80-90 HSS perlakuan terbaik yaitu varietas Namlung Petaling-06 (V4) dan varietas Si Jantung Kampar (V1).
No other version available