Art Original
Evaluasi Sistem Penatausahaan Pencatatan Aset Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas
EVALUASI SISTEM PENATAUSAHAAN PENCATATAN ASET PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS ABSTRAK Joni Usman Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui sistem penatausahaan pencatatan aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Untuk menganalisis hambatan-hambatan yang terdapat dalam sistem penatausahaan pencatatan aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan fakta-fakta, sifat, dan hubungan antar fenomena secara akurat, faktual, dan sistematis. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang diamati secara langsung, khususnya yang berkaitan dengan Evaluasi Sistem Penatausahaan Pencatatan Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, penelitian tentang Evaluasi Sistem Penatausahaan Pencatatan Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, disimpulkan bahwa Sistem Penatausahaan Pencatatan Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas belum terlaksana dengan optimal di karenakan Keterbatasan Pemahaman tim asset dalam Proses Migrasi Data, keterbatasan pemahaman tersebut si sebabkan oleh kurangnya bimbingan teknis (bimtek) dan konsultasi yang lebih intensif dengan Tim IT Kementerian Dalam Negeri mengenai aplikasi e-BMD, serta dengan BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau mengenai data yang masih ada di aplikasi SIMDA BMD. Belum optimalnya Sistem Penatausahaan Pencatatan Aset juga di sebabkan oleh fasilitas seperti ruangan yang sempit serta computer yang sudah rusak menghambat kelancaran proses penatausahaan aset. Dan yang terakhir adalah masih banyaknya tanah di Kabupaten Kepulauan Anambas yang belum memiliki sertifikat sehingga menghambat kinerja tim aset dalam proses migrasi data aset dari SIMDA BMD ke e-BMD.
No other version available