Art Original
Collaborative Governance Dalam Penanganan Stunting Di Kota Pekanbaru
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN STUNTING DI KOTA PEKANBARU ABSTRAK Faruq Murtadho Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan collaborative governance dalam penanganan stunting di Kota Pekanbaru. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1.Kondisi awal penanganan stunting belum berjalan dengan optimal karena komitmen penanganan stunting ini masih rendah dimana penanganan stunting berjalan sendiri tanpa adanya jadwal yang tersusun dengan jelas. 2.Tidak adanya aturan yang kuat dalam proses kolaborasi ini dimana perusahaan PT.RAPP dengan program penanganan stunting yang dibuat prusahaan dan Rumah Sakit Swasta menjalankan program penanganan stunting yang telah diatur oleh pemerintah, sehingga tidak adanya melibatkan peran swasta dalam rembuk stunting tersebut. 3.Kurangnya komunikasi antara stakheholders yang terlibat dalam penanagaan stunting. Sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian ini menurut Ansell and Gash dengan empat indikator, Kondisi Awal, Desain Kelembagaan, Kepemimpinan Fasilitatif dan Proses Kolaborasi. Adapun tipe penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini kondisi awal kolaborasi dapat dikatakan cukup maksimal karena proses kolaborasi yang melibatkan multiaktor dalam penanganan stunting ini sudah membentuk sejarah kerjasama dari awal, akan tetapi untuk SDA yaitu sumber daya manusia, keuangan, dan teknis tidak adanya keterbukan antara Pemerintah, PT.RAPP dan Rumah Sakit Swasta dalam pelaksanaan program-program penanaganan stunting sehingga prevalensi stunting masih meningkat.komitmen kepemimpinan dalam penanganan stunting ini masih rendah, dikarenaka upaya dalam kolaborasi yang di hasilkan oleh kepemimpinan tidak adanya komitmen antara aktor yang terlibat melaksanakan intervensi spesifik yang berhubugan secara langsung dimana sektor kesehatan swasta lebih banyak terlibat dibanding dengan pemerintah sendiri. adapun faktor penghambat dalam penelitian ini dilolog dengan masyarakat terkait dengan penanganan stunting yang belum merata dan masih kurang efektifnya dilakukan, sehingga pengatahuan mengenai stunting itu diabaikan oleh masyarakat dan mengakibatkan prevalensi stunting masih meningkat. Adapun saran penelitin ini diharapkan untuk pemerintah untuk meningkatkan pemahaman terkait tujuan bersama terhadap masing-masing sektor untuk meminimalisir terjadinya ego sektoral juga peranan BAPPEDA sebagai fungsi koordinasi untuk meminimalisir terjadinya peranan yang bersifat dominasi yang dapat menumbuhkan ego sektoral dalam kolaborasi ini
No other version available