Art Original
Analisis Agroindustri Dan Pemasaran Pie Nanas Di Hanisuncake Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Agroindustri memiliki potensi yang dapat meningkatkan nilai tambah dan menghasilkan produk yang dapat dipasarkan sehingga menambah pendapatan dan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1. Karakteristik pengusaha dan profil usaha pie nanas di Hanisuncake, 2. Penggunaan bahan baku, bahan penunjang, proses produksi, teknologi produksi serta penggunaan tenaga kerja pie nanas di Hanisuncake, 3. Biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi usaha, break event point (BEP) dan nilai tambah usaha pie nanas di Hanisuncak, 4. Pemasaran pie nanas yang meliputi : lembaga dan saluran pemasaran, fungsi pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, margin pemasaran, dan efisiensi pemasaran dari usaha pie nanas di Hanisuncake. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus. Teknik penentuan respondennya adalah secara sensus. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Karakteristik pengusaha berumur 40 tahun, tingkat pendidikan 12 tahun dan pengalaman berusaha 12 tahun. 2. Bahan baku yang digunakan untuk sekali produksi adalah 15 kg. Bahan baku yang digunakan berasal dari Kabupaten Siak dan Kecamatan Kualu dan bahan penunjang yang digunakan berasal dari pasar daerah Kecamatan Tenayan Raya. Teknologi yang digunakan adalah teknologi modern, tenaga kerja dalam proses pembuatan pie adalah tenaga kerja luar keluarga. 3. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat pie nanas per proses produksi sebesar Rp 641.088,70 , produksi pie nenas yang dihasilkan sebanyak 30 Kotak. Pendapatan kotor yang diterima oleh pengusaha dalam per proses produksi sebesar Rp 750.000,00, pendapatan bersih yang di peroleh sebesar Rp 108.911,30, dan efisiensi usaha agroindustri pie nenas (RCR) adalah sebesar 1,17. Hal ini berarti bahwa untuk pie nenas pada agroindustri Hanisuncake sudah menguntungkan atau efisien. Nilai tambah yang dihasilkan dari proses produksi pengolahan pie nenas yaitu sebesar Rp 18.371,86/Kg input. 4. Terdapat 2 saluran pemasaran dalam usaha pie nanas. Fungsi pemasaran yang dilakukan ada 6 fungsi pemasaran. Biaya pemasaran yang besar berada pada saluran II sebesar Rp 600 /pcs. Keuntungan pemasaran berada pada saluran I sebesar Rp 3.130,38/pcs. Efisiensi paling menguntungkan pada saluran II sebesar 4,40 %.
No other version available