Art Original
Analisis Pendapatan Dan Pengeluaran Rumah Tangga Petani Kelapa Hibrida Di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Analisis Pendapatan Dan Pengeluaran Rumahtangga Petani Kelapa Hibrida Di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau”. Dibawah Bimbingan Ibu Sisca Vaulina, SP., MP. Harga kelapa yang terus menurun berpengaruh terhadap pendapatan petani sehingga berdampak pada kesejahteraan hidup petani karena tingkat pendapatan petani mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani kelapa hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik petani dan profil usahatani, (2) Faktor produksi, biaya produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani (3) Struktur pendapatan rumah tangga petani, (4) Pengeluaran rumah tangga petani, (5) Faktor- faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Random Sampling. Populasi petani diambil secara acak sebanyak 5%. Sehingga jumlah sampel petani kelapa hibrida berjumlah 53 petani. Regresi linear berganda digunakan sebagai alat analisis. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Karakteristik petani seperti umur dengan rata-rata 45 tahun, lama pendidikan dengan rata-rata 9,6 tahun atau setara dengan tingkat SMA, pengalaman berusahatani dengan rata-rata 21 tahun, jumlah anggota keluarga dengan rata-rata 5 orang, sedangkan luas lahan yang dimiliki i rata-rata 3,31 hektar. Profil usahatani diperoleh dari skala usahatani dengan rata-rata berskala luas, modal usahatani dengan rata-rata Rp. 10.962.264, dan jumlah tenaga kerja dengan rata-rata 17 orang dan umur tanaman dengan rata – rata 9,8 tahun (2) Biaya produksi yang diperoleh sebesar Rp. 13.152.120/tahun, penerimaan diperoleh sebesar Rp. Rp.55.510.189/tahun, pendapatan diperoleh sebesar Rp.42.358.068/tahun dan Efisiensi usahatani diperoleh RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 4,2 (3) Struktur pendapatan rumah tangga petani kelapa hibrida terbesar berasal dari pendapatan usahatani kelapa hibrida. Hal ini membuktikan bahwa pendapatan dari usahatani kelapa hibrida lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pendapatan dari usahatani lain dan non usahatani. (4) Pengeluaran rumah tangga petani kelapa hibrida terbesar berasal dari pengeluaran non pangan yaitu sebesar 62,41% (5) Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani kelapa hibrida di Kecamatan Tempuling adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan jumlah aset, sedangkan tingkat pendidikan petani, tingkat pendidikan istri dan jumlah tabungan tidak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga petani kelapa hibrida di Kecamatan Tempuling.
No other version available