Art Original
Analisis Agroindustri Dan Pemasaran Lemang Durian Di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani Kota
Analisis Agroindustri dan Pemasaran Lemang Durian di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, di bawah bimbingan bapak Hajry Arief Wahyudy, SP., M.MA. Agroindustri adalah proses mengubah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik pengusaha dan profil usaha durian lemang di Kecamatan Tuah Madani, Desa Sialang Munggu 2) Menganalisis usaha agroindustri lemang durian di Kecamatan Tuah Madani Kelurahan Sialang Munggu 3) Menganalisis pemasaran, yaitu lembaga dan saluran pemasaran, fungsi pemasaran, biaya pemasaran dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus . Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani, dimulai pada bulan April 2024 sampai September 2024. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pengusaha adalah 41 tahun dan usia rata-rata tenaga kerja adalah 3. Pengusaha telah dididik selama 12 tahun dan rata-rata tenaga kerja adalah 12 tahun, tanggungan keluarga pengusaha adalah 6 orang sedangkan tenaga kerja tidak memiliki tanggungan keluarga. Pengusaha memiliki 6 tahun pengalaman bisnis dan tenaga kerja memiliki 3. Profil bisnis durian lemang telah berdiri sejak tahun 2018 hingga sekarang. Bisnis lemang durian termasuk dalam skala usaha rumah tangga dengan modal yang dikeluarkan oleh pengusaha sendiri. Rata-rata penggunaan bahan baku adalah 10kg/proses produksi. Biaya produksi dalam memproduksi lemang durian adalah Rp 391.193/proses produksi. Produk yang dihasilkan sebanyak 30 batang dengan harga Rp 45.000,00/batang. Pendapatan kotor yang diperoleh per proses produksi sebesar Rp 1.350.000. Pendapatan bersih yang diperoleh per proses produksi sebesar Rp 958.807. Efisiensi (RCR) usaha lemang durian sebesar 3,45 dengan nilai tambah sebesar Rp 103.911/kg dengan input kontribusi nilai tambah terhadap nilai output sebesar 76,9%. Ada dua saluran pemasaran dalam usaha lemang durian. Saluran I yaitu pengusaha menjual ke pengecer, saluran II pengusaha menjual ke pengecer, pengecer ke konsumen. fungsi-fungsi yang dilakukan lembaga yaitu : pembelian, penjualan, pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, infromasi pasar, dan penanggung resiko. Dengan selisih harga Rp 40.000,00/batang, efisiensi pemasaran saluran I sebesar 3% dan saluran II 2,62% dengan keuntungan yang diperoleh pedagang eceran sebesar Rp 37.770,00/batang lemang durian.
No other version available