Art Original
An Analysis Of Flcas (foreign Language Classrom Anxiety Scale) At 10 Grade At Sman2 Bagan Sinembah
Peneliti bertujuan untuk mengetahui kecemasan dalam kelas bahasa asing. Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kecemasan dalam kelas berbicara. Peneliti mengambil satu kelas siswa kelas dua SMAN 2 Bagan Sinembah pada tahun ajaran 2025/2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Foreign Language Classroom Anxiety Scale yang dikembangkan oleh Horwitz et al. (1986), yang terdiri dari 33 butir pernyataan dengan skala Likert 5 poin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 34% siswa merasa cemas karena communicative apprehension (kecemasan dalam berkomunikasi), 33% siswa mengalami test anxiety (kecemasan menghadapi ujian), dan 33% siswa merasa cemas karena takut akan evaluasi negatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar siswa berada pada tingkat kecemasan “Cukup Cemas” (Mildly Anxious), tanpa ada siswa yang berada pada tingkat “Sangat Cemas” (Very Anxious). Terdapat 10 siswa (29%) yang mengalami tingkat kecemasan “Cemas”, 20 siswa (59%) berada pada tingkat “Cukup Cemas”, 2 siswa (6%) berada pada tingkat “Santai”, dan 2 siswa (6%) dari total 34 siswa berada pada tingkat “Sangat Santai”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari aspek psikologis, lebih dari setengah siswa (59%) berada pada tingkat kecemasan sedang, 10 siswa (29%) berada pada tingkat kecemasan berat, dan 4 siswa (12%) berada pada tingkat kecemasan ringan.
No other version available