Art Original
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Itik Petelur Di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penelitian ini bertujuan menganalisis 1) karakteristik peternak dan profil usaha ternak itik petelur 2) penyediaan sarana produksi ternak itik petelur 3) usaha ternak itik petelur dan 4) strategi pengembangan usaha ternak itik petelur di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Usaha ternak itik merupakan usaha pemeliharaan dan penjualan produk telur itik. Permintaan terhadap telur itik yang semakin meningkat belum dapat dipenuhi oleh peternak dalam memnuhi kebutuhan pasar, sehingga untuk mengatasi kondisi tersebut makan pengembangan usaha ternak itik perlu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, sampel terdiri dari 43 orang peternak dengan puposive sampling, Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis karakteristik peternak dan profil usaha ternak, penyediaan sarana produksi ternak itik dan usaha ternak itik petelur. Sedangkan rumusan strategi pengembangan usaha ternak itik petelur menggunakan analisis SWOT dengan responden berjumlah 52 orang yang terdiri dari 43 peternak itik petelur, 5 orang pedagang, 2 orang dari Pemerintahan dan 2 orang tenaga ahli dari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) umur peternak itik berada kelompok usia produktif, dengan mayoritas tingkat pendidikan tamat SMA, dengan rata-rata pengalaman berusaha ternak itik selama 4 tahun dan rata- rata jumlah tanggunan keluarga berjumlah 3 sampai 4 orang, 2) penyediaan sarana produksi yang tidak tepat khususnya pada penyediaan bibit dan pakan karena belum adanya pemyedia bibit itik petelur di Kabupaten Kampar, 3) total rata-rata biaya produksi Rp. 479.782.187 per tahun dengan biaya pakan mencapai 84,83% dari total biaya produksi yang disebabkan karena belum adanya inovasi dan teknologi penggunaan pakan alternatif yang digunakan oleh peternak dengan RCR 1,15, 4) berdasarkan analisa SWOT, strategi pengembangan usaha ternak itik petelur diperoleh strategi SO yaitu situasi yang sangat menguntungkan usaha ternak tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada, faktor internal yang mempengaruhi pengembangan usaha ternak itik di Kabupaten Kampar adalah ketergantungan dengan pakan pabrikan dan belum adanya tersedia bibit itik petelur yang mengakibatkan tingginya biaya produksi, sedangkan faktor eksternalnya adalah harga pakan itik dan bibit yang tinggi dan tidak stabil Kata kunci : Itik, Usaha Ternak, Strategi Pengembangan
No other version available