Art Original
Analisis Kebutuhan Debit Untuk Mengairi Sawah Fungsional Irigasi Pauangit Pangean
Desa Pauangit merupakan salah satu wilayah pertanian di Kabupaten Kuantan Singingi yang
memiliki lahan sawah fungsional cukup luas, yakni seluas 51,96 hektare, dan menjadi sentra
produksi padi bagi masyarakat setempat. Kelancaran proses budidaya padi sangat bergantung pada
ketersediaan air irigasi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, terutama dalam menghadapi musim
kemarau dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kebutuhan debit
air untuk mengairi sawah fungsional di Desa Pauangit serta mengevaluasi kesesuaian antara
kebutuhan dan debit yang tersedia dari sistem irigasi yang ada.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perhitungan kebutuhan air tanaman
berdasarkan metode Buku KP 03 untuk mendapatkan nilai evapotranspirasi referensi (ET₀), yang
kemudian dikalikan dengan koefisien tanaman padi (Kc) untuk memperoleh kebutuhan air aktual
(ETc). Debit irigasi dihitung berdasarkan debit saluran primer dan sekunder, dengan
mempertimbangkan luas lahan. Data klimatologi diperoleh dari Balai Wilayah Sungai (BWS)
Wilayah III sebagai dasar perhitungan kebutuhan air yang akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan debit irigasi untuk sawah fungsional seluas 51,96
hektare di Desa Pauangit mencapai 0,028 m³/detik pada musim pembibitan. Sementara itu, debit air
yang tersedia dari sistem irigasi eksisting hanya mampu menyediakan sekitar 0,033 m³/detik.
Meskipun terdapat kelebihan debit secara umum, hasil analisis menunjukkan adanya potensi
ketidakseimbangan pada periode puncak kebutuhan air. Oleh karena itu, diperlukan upaya
pemeliharaan saluran dan sistem distribusi irigasi, pengaturan pola tanam yang adaptif terhadap
musim, serta peningkatan efisiensi jaringan irigasi guna menjamin keberlanjutan produksi padi di
Desa Pauangit.
No other version available