Art Original
STUDI LABORATORIUM PENAMBAHAN SEKAM TERHADAP RHEOLOGY LUMPUR PEMBORAN
Dalam kegiatan pemboran, lumpur pemboran merupakan salah satu parameter penting yang dapat berpengaruh terhadap suatu keberhasilan kegiatan pemboran. Permasalahan pada tidak efektifnya pengangkatan cutting dan hilangnya fluida lumpur kedalam formasi merupakan hal yang penting untuk dievaluasi dalam meningkatkan efesiensi pembersihan lubang sumur, sehingga sifat rheology fluida pemboran harus sering dipantau selama proses pemboran berlangsung untuk menghindari permasalahan yang berhubungan dengan perubahan sifat fisik. Salah satu masalah mendasar pada lumpur pemboran ini tentu saja kekurangan yang dapat dicirikan sebagai kekurangan sebagian atau seluruh cairan pemboran yang masuk ke dalam pengembangan selama sistem penetrasi. Pada penelitian ini digunakan sekam dengan variasi konsentrasi sekam 5,10, dan 15 gram. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan sekam meningkatkan plastic viscosity dari 1 hingga 5 cP dan gel strength dari 0,5 hingga 3 lb/100 ft2, yang menunjukkan bahwa lumpur memiliki kemampuan untuk mempertahankan kestabilan suspensi saat sirkulasi berhenti. Di sisi lain, titik pelepasan turun dari 3 menjadi –1 lb/100 ft2, yang menunjukkan bahwa lumpur tidak memiliki daya dukung terhadap partikel. Densitas meningkat sedikit dari 8.7 menjadi 8.9 ppg. Selain itu, filtration loss turun secara signifikan, turun dari 185 mililiter menjadi 164 mililiter. Ini menunjukkan bahwa sifat penyaringan lumpur telah diperbaiki. Mengurangi waktu pengujian dari 188 detik menjadi 75 detik. Secara umum, sekam padi dapat digunakan sebagai aditif alami untuk meningkatkan kinerja lumpur pemboran. Ini terutama berguna untuk mengontrol filtrasi dan kestabilan statik lumpur.
No other version available