Art Original
KAJIAN KARAKTERISTIK KAWASAN KUMUH PERKOTAAN (STUDI KASUS KELURAHAN TANJUNG RHU)
Permukiman kumuh perkotaan merupakan salah satu permasalahan yang
kompleks dan sering ditemukan di wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan
Tanjung Rhu. Kawasan ini memiliki karakteristik permukiman kumuh yang
ditandai oleh tingginya kepadatan penduduk, rendahnya kualitas bangunan, serta
terbatasnya sarana dan prasarana dasar seperti drainase, sanitasi, dan akses air
bersih. Dari aspek sosial ekonomi, mayoritas penduduk memiliki tingkat
pendidikan yang rendah dan bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang
relatif minim. Hal ini membatasi kemampuan masyarakat dalam meningkatkan
kualitas hunian dan lingkungan mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial dan
ekonomi masyarakat serta mengetahui faktor-faktor penyebab tingginya tingkat
kekumuhan di Kelurahan Tanjung Rhu. Metode yang digunakan adalah analisis
deskriptif Kualitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 64 kepala keluarga di RT
4 RW 5, RT 3 RW 7, dan RT 4 RW 7.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi seperti tingkat
pendidikan masyarakat didominasi oleh tamatan SMA/SMK sebesar 34,38%, jenis
pekerjaan masyarakat sebagian besar adalah buruh harian lepas 25%, dengan
mayoritas pendapatan berada pada kategori kurang mampu (Rp400.000 –
Rp1.000.000) sebanyak 51,56%, sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi
lingkungan permukiman. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi
fisik bangunan yang tidak layak, serta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi
penyebab utama kekumuhan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan yang
holistik dan terintegrasi melalui peningkatan infrastruktur dasar, pemberdayaan
ekonomi masyarakat, serta edukasi lingkungan guna meningkatkan kualitas
permukiman secara berkelanjutan.
No other version available