Art Original
Analisis Stabilitas Perkuatan Tebing Dalam Menahan Beban Hidup Dan Beban Mati: Studi Kasus Proyek Perkuatan Tebing Sungai Pawan Desa Rambah Tengah Hulu
Perencanaan pondasi bangunan sipil di Sungai Pawan, Desa Rambah Tengah Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, yang dihadapkan pada permasalahan teknis akibat kondisi tanah dasar/subgrade di daerah tebing yang sangat curam, menyebabkan kelongsoran tanah. Masalah ini semakin diperburuk oleh hujan yang menyebabkan naiknya muka air sungai dan gerusan terhadap dinding lereng. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan rekayasa sipil berupa perkuatan tanah lereng menggunakan dinding penahan tanah tipe gravity wall. Bertujuan untuk menghitung nilai faktor aman lereng eksisting sebelum dan sesudah diperkuat dengan gravity wall menggunakan metode Fellenius dan metode elemen hingga (MEH). Metode Fellenius menghitung faktor keamanan lereng menggunakan pendekatan irisan, tanah pada lereng dibagi menjadi 7 irisan vertikal. Metode elemen hingga (MEH) teknik numerik yang digunakan untuk menganalisis dan memecahkan masalah teknik sipil yang kompleks, yang dihitung menggunakan aplikasi Plaxis. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data sondir (CPT). Hasil faktor aman lereng eksisting tanpa perkuatan pada titik sondir 01, dihitung menggunakan metode Fellenius adalah 2,710, yang menunjukkan kondisi aman (SNI 8460-2017). Sedangkan pada titik sondir 02 faktor aman sebesar 2,132. Pada kondisi lereng tanpa perkuatan, analisis dengan Plaxis pada titik sondir 01 menghasilkan faktor aman sebesar 1,901 dengan konsolidasi sebesar 0,01291 m, yang juga menunjukkan kondisi relatif aman. Sedangkan pada titik sondir 02 didapatkan faktor aman sebesar 1,309 dengan konsolidasi sebesar 0,04145, yang masih dalam kondisi relatif stabil. Setelah dilakukan perkuatan menggunakan gravity wall, faktor aman meningkat menjadi 2,276 dengan konsolidasi sebesar 0,9626 m, yang menandakan lereng dalam kondisi aman. Analisis terhadap faktor aman gempa dengan menggunakan koefisien gempa 0,3 g menunjukkan nilai faktor aman sebesar 1,181, yang masih dalam kondisi relatif stabil meskipun terdapat potensi risiko kelongsoran jika terjadi perubahan kondisi eksternal, seperti curah hujan tinggi atau gempa. Dapat disimpulkan bahwa lereng pada kondisi eksisting sudah berada dalam keadaan aman terutama pada titik sondir 01 yang memiliki nilai faktor aman yang tinggi, dan perkuatan dengan gravity wall meningkatkan stabilitas lereng dengan faktor aman yang lebih tinggi. Namun, perlu diperhatikan potensi risiko kelongsoran jika kondisi eksternal berubah. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai refrensi perkuatan lereng sungai menggunakan gravity wall guna meningkatkan faktor aman pada lereng.
No other version available