Art Original
Rangka Mengurangi Kecelakaan Karyawan (kasus Bagian Teknik Dan Distribusi Pt. Asrindo Citraseni Satria (acs) Di Kota Duri)
Pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu upaya strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif, serta sebagai langkah preventif terhadap risiko kecelakaan kerja. Di tengah tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia, termasuk di sektor teknik dan distribusi, implementasi K3 menjadi semakin penting. PT. Asrindo Citraseni Satria (ACS) yang beroperasi di Kota Duri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran dan kerja ulang sumur, yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi, terutama pada bagian teknik dan distribusi. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua hal pokok, yaitu: bagaimana pelaksanaan program K3 pada bagian teknik dan distribusi PT. ACS di Kota Duri, serta apa saja hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, dan studi dokumentasi. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik total sampling, dengan responden yang terdiri dari pegawai tetap, outsourching, dan mitra kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program K3 di PT. ACS telah dilaksanakan melalui beberapa strategi utama seperti penyediaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan kerja, pengawasan rutin, dan evaluasi berkala. Namun, masih terdapat beberapa hambatan yang signifikan, antara lain kurangnya kesadaran dan disiplin pekerja terhadap prosedur K3, keterbatasan fasilitas pendukung, dan kondisi lapangan yang kurang memadai. Untuk itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan budaya K3 di lingkungan kerja, peningkatan edukasi karyawan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan dan pelaporan keselamatan kerja.
No other version available