Art Original
PENERAPAN KONSEP ZERO RUNOFF (Studi Kasus : SMP Negeri 35 Pekanbaru)
Perubahan tata guna lahan yang telah terjadi terkhususnya di perkotaan akan berdampak berkurangnya daerah resapan alami yang menjadi konsep siklus hidrologi. Ketika hujan turun maka sebagian besar debit air tersebut akan melimpaskan sebagian besar ke sistem jaringan drainase setempat dan adanya perubahan tata guna lahan tersebut akan berdampak berkurangnya fungsi daya tampung drainase, dengan berkurangnya fungsi daya tampung drainase akan menimbulkan masalah besar bagi suatu kawasan, lingkungan, dan wilayah yaitu berupa genangan air maupun banjir. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan analisis skenario konseo zero runoff dan mengetahui jumlah rencana konsep zero runoff yang efesien di SMPN 35 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan ialah metode berupa deskriptif dengan melakukan pengumpulan data sekunder yang berupa data-data curah hujan yang didapatkan dari BWSS Riau. Sedangkan data primer diperoleh melalui obsevarsi lapangan dengan mendapatkan data seperti laju infiltrasi tanah dan luasan tadah pada SMPN 35 Pekanbaru. Hasil penelitian ini mendapatkan 3 konsep skenario zero runoff yang dpaat diterapkan pada SMPN 35 Pekanbaru berupa konsep pemanenan air hujan (PAH) yang dibutuhkan sebanyak 2 buah tangki air dengan kapasitas 2000 liter. Sumur resapan dibutuhkan sebanyak 2 buah, dan lubang bipori resapan sebanyak 3 buah dengan diameter 10cm kedalaman 100 cm, Sehingga tiga skenario konsep zero runoff tersebut dapat dinilai menjadi konsep yang layak diterapkan pada wilayah perkarangan SMPN 35 Pekanbaru yang didapatkan hasil persentase sebsar 253.95%.
No other version available