Art Original
PENGARUH GRAPHENE OXIDE NANOSHEET (GONs) PADA NON-DAMAGING DRILLING FLUID (NDDF) DALAM KONDISI SALINITAS TINGGI TERHADAP FILTRATION LOSS DAN RHEOLOGY LUMPUR PEMBORAN
Selama operasi pemboran lumpur berisiko kehilangan fluida saat melewati zona dengan permeabilitas tinggi, fenomena ini dikenal sebagai loss circulation. Hal ini disebabkan oleh tekanan hidrostatik yang lebih tinggi dari tekanan formasi, yang jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah seperti penyumbatan lapisan produktif, penjepitan drill string oleh mud cake. Maka pada penelitian ini akan menggunakan Graphene Oxide Nanosheet (GONs) sebagai material nano yang diharapkan dapat mengubah dan meningkatkan rheology lumpur pemboran dan mengatasi fluid loss. Dengan menggunakan Non-Damaging Drilling Fluid (NDDF) dengan salinitas tinggi maka lumpur menggunakan polymer seperti xanthan gum dan Polyanionic Cellulose Low Viscosity (PAC-LV) untuk menggantikan fungsi bentonite yang tidak dapat bertahan pada kondisi reservoir yang memiliki salinitas tinggi. Penggunaan lumpur bentonite pada tingkat salinitas 20% sangat tidak efektif dikarenakan volume filtrate mencapai (98 ml). Dalam penelitian ini akan menggunakan sampel lumpur pemboran dengan variasi Base Drilling Fluid, Base Drilling Fluid + NaCl, Non-Damaging Drilling Fluid (NDDF) dengan salinitas 20%, NDDF 0.2 wt% GONs, NDDF 0.5 wt% GONs, dan NDDF 0.8 wt% GONs serta melakukan analisis terhadap filtration loss dan rheology lumpur. Sintesis Graphene Oxide Nanosheet dengan metode hummers berhasil dilakukan dan telah dibuktikan dengan karakterisasi Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), X-Ray Diffraction (XRD), dan Ultraviolet – Visible (UV-Vis). Setelah penambahan GONs kedalam lumpur NDDF 0.5 wt% GONs, lumpur mendapatkan hasil yang paling baik dengan filtration loss paling sedikit yaitu 9.5 ml dan memiliki rheology properties yang sesuai dengan standard API dan dapat diterapkan sebagai lumpur pemboran pada kondisi salinitas tinggi.
No other version available