Art Original
Analisis Pengaruh Graphene Oxide Nanosheet, Xanthan Gum, dan Polyanionic Cellulose Terhadap Rheology dan Filtration Properties Lumpur Pemboran
Saat dilakukannya operasi pemboran adanya lumpur pemboran merupakan salah satu hal yang terpenting. Apabila rheology dan filtration lumpur pemboran tidak dijaga dapat menimbulkan permasalahan seperti terjadinya kick ataupun filtration loss. Oleh karena itu rheology dan filtration harus dijaga salah satunya dengan penambahan bahan seperti polimer, ataupun bahan aditif lainnya. Penggunaan bahan aditif Graphene Oxide Nanosheet (GONs), Xanthan Gum (XG), dan Polyanionic Cellulose Low Viscosity (PAC-LV) pada penelitian ini dianalisis pengaruhnya terhadap rheology dan filtration lumpur pemboran. Metode Hummers digunakan untuk mensintesis GONs dan lumpur pemboran yang diuji dibagi atas 4 tipe sampel. Tipe 1 adalah lumpur standar, Tipe 2 penambahan satu aditif, Tipe 3 penambahan dua aditif, dan Tipe 4 penambahan tiga aditif dengan konsentrasi GONs 0,1 wt%; 0,15 wt%; dan 0,2 wt%. Pada Tipe 2 penambahan GONs tidak memberikan dampak yang cukup baik, hal ini berkaitan dengan karakterisasi GONs yang kurang sempurna. XG sendiri berperan baik dalam peningkatan plastic viscosity 14cp, yield point 31 lb/100ft2, dan gel strength 0,52 lb/100ft2 memenuhi standar API. Sedangkan PAC-LV berperan pada pengurangan volume filtrate dari 15 ml ke 12,4 ml dan mud cake berkurang hingga 1,5 mm. Sampel Tipe 3, GONs dapat berperan ketika ditambahankan aditif lain sehingga pada kombinasi GONs + XG memenuhi standar API untuk rheology. Sedangkan pada pengujian filtration loss kombinasi masing-masing sampel dapat menurunkan volume filtrate hingga 12 ml dan mud cake berkurang dibanding lumpur standar tanpa aditif. Pada Tipe 4, seiring penambahan GONs rheology meningkat dan terjadi pengurangan volume filtrate dan mud cake. Namun pada konsentrasi GONs 0,2 wt% mud cake lebih tebal dibanding lainnya yakni 1,95 mm. Hal ini berkaitan dengan variasi struktur aditif yang digunakan. Pemodelan rheology Bingham plastic model pada penelitian ini digunakan karena perhitungannya yang sederhana. Mekipun melalui regresi linear menunjukkan model ini kurang cocok untuk menggambarkan perilaku sampel lumpur pemboran yang ada.
No other version available