Art Original
Pengaruh Double Aging Pada Aluminium 7075 Terhadap Sifat Mekanik
Double aging adalah variasi dari proses aging yang dirancang untuk mengoptimalkan sifat mekanik paduan lebih lanjut. Salah satu paduan aluminium yang sering digunakan adalah Aluminium 7075. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari proses double aging terhadap sifat mekanik Aluminium 7075 secara komprehensif, serta untuk memberikan kontribusi pada pengembangan material yang lebih unggul dalam aplikasi industri yang memerlukan performa tinggi dan ketahanan yang optimal. Pada penelitian ini, Proses double aging yang diterapkan mencakup dua tahap aging dengan variasi suhu 140°C, 160°C dan 180°C dengan waktu tertentu. Pengujian kekuatan luluh tertinggi pada spesimen 5 sebesar 217,1 MPa, karena menunjukkan bahwa semakin besar temperatur pemanasan sehingga dapat menghambat terjadinya dislokasi bila ada gaya dari luar atau dengan kata lain gaya yang diperlukan untuk mendeformasi plastis akan semakin besar, Jika gaya yang diperlukan semakin besar maka nilai kekuatan luluh akan semakin tinggi. Pengujian kekuatan tarik tertinggi setelah diberikan perlakuan double aging yaitu pada spesimen 5 sebesar 353,60 MPa dengan nilai kekerasan (Brinell) sebesar 65,22 BHN. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar temperatur pemanasan maka kristal Al akan semakin menyebar merata sehingga nilai kekuatan tarik dan kekerasan BHN akan semakin tinggi. Peristiwa ini dapat dilihat dari pengujian mikrostruktur, dimana sudah terbentuknya presipitasi pada Aluminium 7075 pada suhu 180°C
No other version available