Text
Pengaruh Media Air Garam Trehadap Kekerasan dari Proses Perlakuan Panas Menggunakan Api Oksa
Pandai besi adalah keterampilan atau kemampuan dalam membentuk baja menjadi produk-produk yang dibutuhkan, agar produk yang dihasilkan bisa digunakan untuk pemakaian yang tahan lama maka perlu dilakukan proses pengerasan permukaan. Flame hardening merupakan salah satu proses pengerasan permukaan dengan menggunakan nyala api langsung yang dihasilkan dari gas oksi asetilen. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh media air garam terhadap kekerasan dari proses perlakuan panas menggunakan api oksi asetilen. Pada penelitian ini digunakan material baja pegas daun bekas truck colt diesel yang kenai perlakuan flame hardening dan quenching. Hasil penelitian menunjukkan harga kekerasan tertinggi diperoleh pada metode flame hardening dengan media pendingin 15% air garam yaitu 58,5 HRC dengan nilai kekutan tarik sebesar 815,76 Mpa, dan terjadi penurunan kekerasan pada persentase air garam 10% yaitu menjadi 48 HRC dengan kekuatan tarik sebesar 741,75 Mpa, dan pada pendinginan air garam 5% dengan harga kekerasan sebesar 48 HRC dengan kekuatan tarik sebesar 725,42 Mpa , sedangkan pada perlakuan hardening oleh pandai besi dengan pendingan oli memiliki kekuatan tarik tertinggi yaitu 1215,54 Mpa dengan harga kekerasan sebesar 52,5 HRC.
No other version available