Art Original
Analisis pengaruh karbon aktif kulit salak terhadap filtration loss dan rheology lumpur pemboran
Lumpur pemboran merupakan salah satu parameter penting pada operasi pemboran dan harus di design sesuai dengan kondisi sumur dan standar API agar proses pemboran tidak mengalami kegagalan. Beberapa additive seperti karbon aktif ditambahkan ke dalam lumpur pemboran untuk mengatasi filtration loss karena karbon aktif memliki kontrol yang baik untuk filtration loss dan rheology lumpur pemboran. Limbah kulit salak dapat dimanfaatkan menjadi karbon aktif. Karena memliki kandungan selulosa 26% hemiselulosa 33,9% dan lignin 17,4%. Tahap pembuatan karbon aktif kulit salak meliputi dehidrasi, karbonisasi dan aktivasi, aktivasi yang digunakan yaitu aktivasi fisika. Karbon aktif kulit salak ditambahkan pada lumpur pemboran dengan komposisi 2gr ,4gr 6gr, 8gr, 10gr, 20gr ,30gr, 37gr untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai filtration loss dan rheology lumpur pemboran. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwasanya penambahan additive karbon aktif kulit salak berpengaruh terhadap terhadap nilai filtration loss dan rheology lumpur pemboran .Untuk filtration loss semakin banyak additive yang ditambahkan maka akan semakin berkurang filtrate nya .Sedangkan untuk rheology lumpur pemboran nilai yang diperoleh dengan penambahan additive karbon aktif kulit salak 2gr sampai 10 gr belum memenuhi standar API
No other version available