Art Original
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH DI DESA JAYAPURA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU
Swasembada beras menjadi sasaran utama di dalam kebijakan pangan nasional
ditandai dengan penerapan berbagai kebijakan peningkatan produksi padi.
Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis karakteristik petani dan profil usahatani
padi sawah di desa jayapura kecamatan bungaraya kabupaten siak provinsi riau (2)
Menganalisis teknik budidaya, penggunaan sarana produksi usahatani padi sawah
di desa jayapura kecamatan bungaraya kabupaten siak provinsi riau (3)
Menganalisis produksi, biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan efisiensi
usahatani padi sawah di desa jayapura kecamatan bungaraya kabupaten siak
provinsi riau. Metode yang digunakan adalah metode survei, Penelitian di
laksanakan di Desa Jayapura Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau
dari bulan Desember 2023 sampai bulan Mei 2024. Sampel yang diambil sebanyak
30 petani menggunakan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh petani padi sawah yang ada di Desa Jayapura. Jumlah petani Padi di
Desa Jayapura berjumlah 137 orang. Jumlah sampel yang dipilih dalam penelitian
ini sebanyak 30 sampel, dilakukan secara acak (simple rendom sampling). Data
yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh
dari observasi petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar
pertanyaan (kuesioner) pencatatan dari responden yang berpedoman pada daftar
pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Data sekunder yang
berhubungan dengan penelitian ini diperoleh dari berbagai instansi seperti Badan
Pusat Statistika Provinsi Riau dan Badan Pusat Statistik Kecamatan Bungaraya.
Penggunaan faktor produksi seperti rata-rata Luas Tanam yaitu 0,705 Ha.
Penggunaan pupuk seperti Urea 128,13 Kg/Garapan/MT atau 216,38 Kg/Ha/MT,
Phonska 62,9 Kg/Garapan/MT atau 106 Kg/Ha/MT, KCl 100,3 Kg/Garapan/MT
atau 172,4 Kg/Ha/MT dan Kiesrite 83,5 Kg/GarapanMT atau 140 Kg/Ha/MT, TSP
64,06 Kg/GarapanMT atau 110 Kg/Ha/MT. Penggunaan pestisida seperti Alika
0,48 Liter/Garapan/MT atau 0,8 Liter/Ha/MT, Amate 0,64 Liter/Garapan/MT atau
1,11 Liter/Ha/MT, Fillia 0,46 Liter/Garapan/MT atau 0,8 Liter/Ha/MT, Killer 1,0
Liter/Garapan/MT atau 1,4 Liter/Ha/MT. Penggunaan peralatan seperti sabit 2 unit,
Cangkul 1 unit, parang 1 unit, Mesin Air 1unit dan Hand Sprayer 1 unit.
Penggunaan tenaga kerja dalam keluarga 45,49 HOK/Garapan/MT atau 64,98
HOK/Ha/MT dan tenaga kerja luar keluarga 3,36 HOK/Garapan/MT atau 4,80
HOK/Ha/MT. Penggunaan biaya pada usahatani seperti. Biaya tetap sebesar Rp
135.151 Garapan/MT, sedangkan biaya variabel Rp 12.078.119 Garapan/MT.
Biaya Produksi pada usahatani adalah sebesar Rp 12.213.270 Garapan/MT.
Produksi yang diperoleh petani padi adalah sebanyak 2.400 Kg/Garapan/MT
dengan harga jual petani Rp 8.500/Kg. Dengan Pendapatan kotor sebanyak Rp
20.400.000 Garapan/MT dan pendapatan bersih Rp 10.834.692 Garapan/MT.
Usahatani padi sudah efisiensi dengan nilai RCR adalah sebesar 1,69.
No other version available