Art Original
ANALISIS PEMASARAN TANAMAN MELATI DI TAMAN YESI FLOWERS DI KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU
Usaha Tanaman Hias di Kecamatan Marpoyan Damai memerlukan strategi
pemasaran untuk meningkatkan penjualan agar mampu bertahan dan berkembang
tidak ada pada saat masa sekarang ini untuk dapat mengembangkan usahanya, maka
para pengusaha harus mengetahui kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki,
serta peluang dan acaman yang mereka hadapi, sehingga dapat merumuskan suatu
strategi yang sesuai. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis :
Karakteristik Pengusaha Dan Profil Usaha Tanaman Hias, Lembaga, Saluran Dan
Fungsi Fungsi Pemasaran, Biaya Pemasaran, Margin, Keuntungan, Efisiensi Dan
Farmer’s Share Pemasaran Tanaman Melati Di Taman Yesi Flowers Di Kecamatan
Marpoyan Damai Provinsi Riau. Metode penelitian ini menggunakan metode
survey. penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yaitu dimulai dari bulan Januari
sampai dengan Juni 2024 . Responden penelitian terdiri dari pengusaha tanaman
hias Taman Yesi flowers Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru Provinsi Riau.
Responden berjumlah 1 orang dan tenaga kerja sebanyak 2 orang, responden
pedagang ditentungan secara segaja sesuai dengan saluran pemasaran yang ada.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data
sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umur pengusaha tanaman hias Yesi
flowers berumur 40 tahun, tingkat pendidikan pengusaha tanaman hias SMA,
pengalaman berusaha 20 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga berjumlah 4 jiwa.
Profil usaha tanaman hias yaitu sejarah usaha yang dirintis sejak tahun 2000, modal
usaha sebesar 50 juta, dan skala usaha pengusaha tanaman hias termasuk skala
usaha kecil. Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran tanaman hias Yesi
flowers yaitu terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran I: pengusaha →
konsumen, dan saluran II: pengusaha → pedagang pengecer → konsumen dan
fungsi-fungsi pemasaran yang digunakan pengusaha tanaman hias Yesi flowers
yaitu fungsi pertukaran meliputi pembelian dan penjualan, fungsi fisik meliputi
penyimpanan dan pengangkutan, dan fungsi fasilitas meliputi standarisasi dan
pengolahan mutu, pembiayaan, penanggungan resiko dan informasi pasar. Ratarata
total biaya pemasaran tanaman hias yang digunakan pada saluran I bunga
melati sebesar Rp 140.000/polybag dan pada saluran II bunga melati sebesar Rp
257.150/polybag. Total margin pada saluran II sebesar Rp.11.000/polybag.
Keuntungan pemasaran pada saluran I yakni bunga melati sebesar Rp.
140.000/polybag dengan farmer’s share sebesar 100.00 %Sedangkan pada saluran
II yakni bunga melati sebesar Rp10.742.85/polybag dengan farmer’s share sebesar
54.17%. Nilai efisiensi pemasaran tanaman hias pada saluran II yaitu bunga melati
sebesar 1.07% dan pada saluran I yaitu bunga melati sebesar 1,08%. Berdasarkan
hasil analisis tersebut maka dapat dikatakan bahwa saluran pemasaran yang paling
efisien adalah saluran pemasaran II. Hal ini dikarenakan biaya pemasaran yang
dikeluarkan oleh saluran pemasaran II lebih kecil debandingkan dengan saluran
pemasaran I.
No other version available