Art Original
CRITICAL UNDERSTANDING REMAJA PADA KONTEN YOUTUBE NADIA OMARA
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi media remaja yang
menonton konten “Nadia Omara” yang berjudul “Harut & Marut – Malaikat yang
Perkenalkan Ilmu Santet?! Hoax!“. Penggambaran literasi media remaja tersebut
menggunakan pengukuranan literasi media dari European Commission. European
Commission menetapkan Framework tersendiri yang diberi nama Individual
Competences Framework. Dalam Framework tersebut terdapat suatu dimensi
yang dinamakan Critical Understanding. Critical Understanding adalah
pengukuran literasi media yang diukur dari kemampuan seseorang dalam
memahami konten dan fungsi media, pengetahuan tentang media dan regulasinya
dan perilaku pengguna dalam menggunakan media. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif yang mana dalam pegambilan data penelitian,
dilakukan wawancara mendalam ke 4 (empat) informan yang berbeda. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pengukuran Critical
Unsderstanding, menghasilkan beberapa tahapan yang dilakukan oleh informan
untuk mencari validitas informasi yaitu mengakses platform media, menonton
konten, mencerna informasi, memeriksa informasi lebih lanjut, menyebarkan
informasi dan memverifikasi informasi. Hal ini sesuai dengan tahapan literasi
media yang disampaikan oleh W. James Potter yakni filtering (menyaring
informasi), meaning matching (mencocokkan makna), dan meaning construction
(membangun makna). Dari tahapan-tahapan tersebut maka dapat dikelompokkan
remaja dalam penelitian ini dikelompokkan ke dalam tingkat menengah dalam 3
tingkatan literasi media yang dicetuskan oleh European Commission.
No other version available