Art Original
DRAMATURGI REMAJA PEKANBARU DI MEDIA SOSIAL
Pengguna internet kebanyakan adalah remaja dari usia 15-24 tahun dikarenakan
rentang umur yang disaat seperti itulah komunikasi mulai terjalin dengan baik,
seperti yang dikemukakan oleh Rudolph F. Verderber dalam buku komunikasi
suatu pengantar fungsi komunikasi ada dua yaitu fungsi sosial dan fungsi
pengambilan keputusan. Istilah second Account sebenarnya tidak hal baku untuk
menentukan akun ini merupakan second account maupun first account. Bila
dilihat dari sisi bahasa, first account merupakan akun yang pertama kali dibuat
dan second account adalah akun yang dibuat setelah akun pertama. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dramaturgi pengguna second account media sosial
instagram pada remaja di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
deskriptif kualitiatif dengan teknik analisis data berupa observasi, observasi,
wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja
Pekanbaru menggunakan media sosial sebagai alat untuk mengelola citra diri
mereka melalui dua arena yang berbeda front stage dan back stage. Menggunakan
teori dramaturgi Goffman, kita melihat bagaimana para informan memperlihatkan
diri mereka dalam ruang publik (front stage) dengan menyesuaikan citra diri
mereka dengan ekspektasi sosial yang ada, sementara di ruang privat (back stage)
mereka lebih bebas mengekspresikan diri yang lebih otentik dan pribadi. Front
stage, media sosial berfungsi sebagai ruang untuk menampilkan identitas diri
yang lebih terkontrol, seperti menonjolkan hubungan dengan keluarga dan temanteman,
berbagi
keceriaan,
atau
menonjolkan
minat
pribadi
tertentu.
Sebaliknya,
di
back
stage, akun kedua menjadi ruang pribadi di mana para informan dapat
mengekspresikan perasaan, hubungan pribadi, dan aspek diri yang lebih bebas
dari tekanan sosial.
No other version available