Art Original
STUDI LABORATORIUM SCREENING BIOSURFAKTANT DARI PALM KARNEL OIL SEBAGAI ALTERNATIF CHEMICAL ENHANCED OIL RECOVERY
Pemanfaatan surfaktan dalam teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berperan penting dalam meningkatkan perolehan minyak sisa di reservoir. Namun, penggunaan surfaktan sintetik umumnya menimbulkan isu lingkungan dan biaya produksi yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi biosurfaktan yang disintesis dari minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) sebagai alternatif ramah lingkungan untuk aplikasi CEOR, khususnya pada salinitas rendah dan suhu tinggi (50°C dan 60°C). Penelitian dilakukan melalui tahapan sintesis biosurfaktan meliputi proses sulfonasi, pemurnian, dan netralisasi. Karakterisasi hasil sintesis dilakukan menggunakan FTIR (untuk mengidentifikasi gugus fungsi), Foaming Test (untuk mengetahui kemampuan pembentukan dan kestabilan busa), Compatibility Test (untuk mengevaluasi kestabilan larutan dalam brine 10.000 ppm), serta Filtration Test (untuk menilai kecenderungan penyumbatan pori). Hasil pengujian menunjukkan bahwa biosurfaktan dari PKO berhasil disintesis dengan identifikasi gugus fungsi sulfonat melalui spektrum FTIR. Uji foaming menunjukkan kemampuan pembentukan dan kestabilan busa yang cukup baik. Uji kompatibilitas menunjukkan larutan tetap homogen tanpa endapan pada suhu 50°C dan 60°C selama 72 jam. Selain itu, uji filtrasi menghasilkan grafik linier volume terhadap waktu, menandakan tidak adanya penyumbatan. Secara keseluruhan, biosurfaktan dari PKO menunjukkan potensi yang baik sebagai kandidat surfaktan alternatif dalam teknologi CEOR, khususnya untuk kondisi salinitas rendah dan suhu tinggi
No other version available