Art Original
Bentuk Dan Struktur Superstisi Kategori Kematian Dan Adat Pemakaman Pada Masyarakat Melayu Rumbai Timur
Abstrak Superstisi adalah kepercayaan yang tidak dapat dibuktikan secara logis dan belum tentu terjadi. Pada penelitian ini penulis mengambil satu desa diantara desa-desa yang ada di Kecamatan Rumbai Timur yaitu desa Tebing Tinggi Okura. Penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui struktur dan maksud yang terdapat pada superstisi masyarakat Melayu Rumbai Timur yang dibentuk oleh hubungan antara nilai-nilai kehidupan dan kepercayaan yang berbeda. Tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur superstisi kategori kematian dan adat pemakaman pada masyarakat Melayu di Kelurahan Tebing Tinggi Okura Rumbai Timur Kota Pekanbaru. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan metode penelitiannya adalah metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Adapun analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini terdapat 27 data bentuk superstisi kategori kematian dan adat pemakaman. Dari 27 data yang telah didapatkan ada 23 data yang termasuk struktur dua bagian yaitu sebab dan akibat sedangakan 4 datanya lagi termasuk struktur tiga bagian yaitu tanda (sign), perubahan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain (conversion), dan akibat (result). Masyarakat Melayu Rumbai Timur terkhususnya desa Tebing Tinggi Okura telah menanamkan nilai-nilai superstisi dalam kehidupan sehari-hari mereka, karena penggunaan superstisi ini dapat mengatur tatanan norma dalam masyarakat kolektif mereka, terutama pada kematian dan adat pemakaman di masyarakat Melayu Rumbai Timur.
No other version available