PANDUAN WISATA DI KOTA PEKANBARU MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY
Kemajuan teknologi Augmented Reality memberikan cara-cara inovatif untuk meningkatkan pengalaman wisata pengunjung dan menciptakan pengalaman interaktif yang menginspirasi dan memperkuat nilai-nilai pelestarian sumber daya alam untuk menjaga lingkungan serta menghidupkan destinasi wisata. Augmented Reality juga memberikan kemudahan pada pengunjung untuk meningkatkan perencanaan perjalanan dan menikmati keterbaruan yang ada pada objek wisata yang ada di Kota Pekanbaru. Melalui penggunaan teknologi Augmented Reality dan kemampuan kamera perangkat Android, projek ini berupaya menciptakan materi pengenalan yang lebih menarik dan interaktif. Multimedia Development Life Cycle merupakan pendekatan manufaktur yang digunakan dalam penelitian ini. Aplikasi panduan wisata berbasis Augmented Reality memiliki tanggapan setuju untuk setiap pernyataan yang diberikan, Rata-rata nilai persentase kuesioner sebesar 80%. Berdasarkan hasil dari penelitian aplikasi panduan wisata berbasis Augmented Reality, dapat disimpulkan bahwa : 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multimedia Development Life Cycle. 2. Pembuatan objek menggunakan blender, sedangkan untuk pembuatan aplikasi menggunakan unity, dan SDK yang digunakan untuk menampilkan markerless adalah ARCore. 3. Pengujian objek dapat menanggapi dalam kondisi cahaya sedang maupun kondisi cahaya kuat dengan ketentuan intensitas cahaya diatas 11 lux, sedangkan untuk jarak minimal 100cm, dan pada bidang area tracking harus memiliki motif atau corak warna yang beragam. 4. Pengujian user menggunakan Metode System Usability Scale (SUS) kepada 30 responden yang terdiri dari 11 pernyataan dengan rata-rata nilai persentase kuesioner sebesar 80%.
No other version available