Art Original
Analisis sarana retorika dalam novel Jelatik karya Riki Utomi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam sarana retorika yang digunakan dalam novel Jelatik karya Riki Utomi, yang mencakup majas, citraan, dan penyiasatan struktur sebagai bagian dari gaya bahasa atau stilistika. Alasan peneliti mengkaji novel Jelatik karya Riki Utomi karena ada beberapa unsur-unsur sarana retorika, yang dapat diambil contoh dari novel Jelatik karya Riki Utomi yang berkaitan dengan unsur-unsur sarana retorika, yaitu bentuk pemjasan, penyiasatan struktur dan citraan. Rumusan masalah pada penelitian tersebut adalah (1) Bagaimanakah penggunaan bentuk pemajasaln dalam novel Jelatik karya Riki Utomi? (2) Bagaimanakah penggunaan penyiasatan stuktur dalam novel Jelatik karya Riki Utomi? (3) Bagaimanakah penggunaan citraan dalam novel Jelatik karya Riki Utomi?. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Penggunaan bentuk pemajasan dalam novel Jelatik karya Riki Utomi (2) Penggunaan penyiasatan struktur dalam novel Jelatik karya Riki Utomi (3) Penggunan citraan dalam novel Jelatik karya Riki Utomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan pembacaan intensif terhadap teks novel menggunakan teknik baca-catat. Data berupa kutipan-kutipan yang mengandung majas, citraan, dan penyiasatan struktur dianalisis secara interpretatif untuk mengungkap makna, fungsi, serta kontribusinya terhadap keseluruhan bangunan naratif novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Jelatik secara konsisten menerapkan beragam majas perbandingan seperti metafora, simile, dan personifikasi, serta majas pertautan seperti sinekdoke dan metonimia yang memperkuat nilai simbolik. Selain itu, ditemukan pula majas perulangan seperti repetisi, anafora, dan paralelisme yang berfungsi menegaskan gagasan dan memperkuat nuansa emosional. Penyiasatan struktur dilakukan melalui repitisi, paralelisme, dan anafora. Dari segi citraan, pengarang memanfaatkan citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, rabaan, dan gerak untuk menghidupkan pengalaman inderawi pembaca, serta memperkuat suasana naratif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana retorika dalam novel tidak hanya menjadi ornamen estetika, tetapi juga menjadi alat komunikasi penting untuk membangun makna dan menyampaikan pesan. Oleh karena itu, kajian sarana retorika dalam karya sastra perlu mendapatkan perhatian dalam pendidikan bahasa dan sastra untuk meningkatkan apresiasi dan kompetensi analisis sastra peserta didik maupun mahasiswa.
No other version available