Art Original
ANALISIS KEMAMPUAN KOSAKATA AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER TIGA PADA PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Analisis Penguasaan Kosakata Akademik Mahasiswa Semester III Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Riau Kata Kunci : Kosakata Akademik, Penguasaan Kosakata Penguasaan kosakata merupakan komponen fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penguasaan kosakata memainkan peran penting dalam mengembangkan empat keterampilan bahasa yang penting: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut saling berkaitan. Namun, sebelum siswa menguasai semua aspek, mereka harus menguasai kosakata terlebih dahulu sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kosakata harus menjadi prioritas utama bagi para guru dalam mengajarkan bahasa Inggris sehingga membuat siswa dapat menguasai keempat keterampilan berbahasa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata akademik mahasiswa semester tiga pendidikan bahasa Inggris di Universitas Islam Riau pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan dengan metodologi kuantitatif deskriptif. Mahasiswa semester tiga Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Islam Riau menjadi populasi penelitian. Purposive sampling digunakan untuk sampel, dan peneliti hanya mengambil satu kelas untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan tes tertulis dalam bentuk tes penyelesaian, yang terdiri dari tes penguasaan kosakata akademik yang diadopsi dari buku Smith yang berfungsi sebagai alat penelitian. Tes ini terdiri dari 65 butir soal. Tiga indikator pengetahuan kosakata akademis diuji dalam penelitian ini dengan menggunakan beberapa ukuran: fokus pada makna, kolokasi, dan bentuk kata. Temuan menunjukkan bahwa skor rata-rata pada ketiga indikator tersebut buruk. Hal ini menunjukkan bahwa mereka masih perlu ditingkatkan. Pertama, fokus pada makna, yang memiliki nilai rata-rata 12,9. Hal ini berarti kemampuan individu dalam menggunakan fokus pada makna sudah cukup baik, dan siswa lainnya masih perlu ditingkatkan, dan siswa lainnya sudah terbiasa dengan fokus pada makna melalui bacaan selama pembelajaran. Kedua, kolokasi memiliki nilai rata-rata terendah yaitu 6,56. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan individu dalam kolokasi berada di bawah indikator lainnya dan masih terdapat kesalahan umum dalam membuat kolokasi oleh siswa. Ketiga, bentuk kata; memiliki nilai rata-rata 9,93, masih terdapat ketidakefektifan dalam pembentukan kata oleh siswa dalam menggunakan akhiran dan awalan.
No other version available