Art Original
Pelaksanaan Jual Beli Tanah Yang Bukti Kepemilikannya Mengandung Cacat Hukum Di Kecamatan Tenayan Raya
Terkait perjanjian jual beli tanah pada saat ini terdapat berbagai persoalan baik persoalan yang datang dari sisi perjanjian itu sendiri maupun dari sisi obyek (tanah) perjanjian jual beli. Apabila salah satu pihak tidak beritikad baik dalam perjanjian itu maka tentunya perjanjian jual beli tanah itu akan berdampak/ berakibat hukum yang menjadi permasalahan kedepannya nanti. Salah satu persoalan yang dapat timbul dari perjanjian jual beli tanah ialah ketika tanah sebagai obyek jual beli itu merupakan bukan hak milik sepenuhnya atau tidak dalam penguasaan si penjual. Dalam hal ini yang dimaksud tersebut ialah bahwa tanah (objek jual beli) tersebut ternyata mengandung cacat hukum pada bukti kepemilikan Rumusan masalah penelitian ini yaitu Bagaimana pelaksanaan jual beli tanah yang bukti kepemilikannya mengandung cacat hukum dan bagaimana akibat hukum terhadap pelaksanaan jual beli tanah yang bukti kepemilikannya mengandung cacat hukum tersebut. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini termasuk dalam kategori Observational Research (empiris) yang mana didalamnya terdapat dua jenis pengumpulan data, yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan tentang bagaimana pelaksanaan jual beli tanah yang bukti kepemilikannya mengandung cacat hukum dan bagaimana akibat hukum pelaksanaan jual beli tanah yang bukti kepemilikannya mengandung cacat hukum tersebut. Pelaksanaan terhadap perjanjian jual beli tanah yang bukti kepemilikannya mengandung cacat hukum tersebut menjadi tidak sah dikarenakan ternyata objek terhadap jual beli tersebut (tanah) tidak sepenuhnya dalam penguasaan si penjual, sehingga dengan begitu mengakibatkan perjanjian tersebut menjadi batal demi hukum dan jual beli nya dapat dibatalkan.
No other version available