Art Original
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SISWA PENERIMA BEASISWA (STUDI KASUS : DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI)
Pendidikan berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa, namun Indonesia masih menghadapi tantangan dalam sistem pendidikan, termasuk ketimpangan akses bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini adalah melalui program beasiswa yang bertujuan membantu siswa dari keluarga miskin agar dapat melanjutkan pendidikan. Di Kabupaten Kuantan Singingi, proses seleksi penerima Beasiswa Pendidikan masih dilakukan secara manual, sehingga memerlukan waktu lama dan berpotensi menimbulkan subjektivitas. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengusulkan penerapan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode AHP. Metode ini digunakan untuk menentukan bobot prioritas antar kriteria secara otomatis, sehingga dapat meningkatkan objektivitas dan efisiensi dalam proses seleksi penerima beasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan perangkingan berdasarkan bobot kriteria yang telah ditetapkan. Kandidat dengan nilai tertinggi yang paling berhak menerima beasiswa adalah Reza Fahlevi Hasibuan (0.11571), diikuti oleh Fauziyyah Hingsih (0.0981555), dan M. Jevien Saputra (0.0846352). Dengan sistem ini, proses seleksi penerima beasiswa menjadi lebih akurat, cepat, dan objektif.
No other version available