Art Original
Gambaran Pola Asuh Otoriter Remaja Awal Pada Generasi Z di SMP Negeri 26 Pekanbaru
Periode generasi Z yang hidup di era digital, maka penting mecoba mencari konstruksi pada pengasuhan agar anak dapat survive dan memiliki masa depannya. Peran orang tua dalam menghadapi mereka tentu tidak mudah maka diperlukan informasi yang membantu orang tua mengatasi permasalan akibat perbedaan generasi yang mungkin menyebabkan perbedaan pandangan mengenai pola asuh yang diterapkan salah satunya adalah pola asuh otoriter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pola Asuh Otoriter Remaja Awal Pada Generasi Z di SMP Negeri 26 Pekanbaru. Responden penelitian berjumlah 5 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, focus group discussion dan wawancara. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola pengasuhan orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter menerapkan aturan yang ketat dan mengharapkan ketaatan tanpa banyak penjelasan cenderung menunjukkan ciri-ciri seperti kontrol yang ketat, komunikasi terbatas, penekanan dalam mentaati aturan, displin maupun tanggung jawab. Pola asuh di terapkan oleh orang tua memiliki nilai positif dan negatif dalam cara pengasuhan. Pola pengasuhan sangat penting menerapkan peranan antara kedua orang tua agar tidak terjadi kesenjangan dalam komunikasi dua arah maupun kehangatan pada anak. Pola asuh yang efektif pada generasi Z sebaiknya berfokus pada pengembangan kemandiran, keterampilan sosial dan emosional, komunikasi terbuka serta pengakuan kebebasan anak dalam memilih mengambil keputusan, memberikan perlindungan kehidupan anak sangat penting namun yang perlu di perhatikan orang tua harus memahami dalam berbagai sisi atas keinginan anak dengan melihat aspek yang relevan cara pola pengasuhan saat ini dengan mengandalkan teknologi yang sudah ada, sehingga dimasa yang akan datang tidak menimbulkan permasalahan pada perkembangan moral maupun sosioemosional anak.
No other version available