Art Original
ANALISIS WACANA MAKNA BERTAHAN HIDUP DALAM FILM SOCIETY OF THE SNOW
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna bertahan hidup dalam film
Society Of The Snow. Pendekatan yag digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan
metode analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk. Teori ini memandang
wacana melalui tiga dimensi utama, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks
sosial. Struktur teks dalam analisis ini terdiri dari tiga tingkatan: struktur makro
(tema/topik utama), superstruktur (skema atau alur teks) da struktur mikro (pilihan
kata, kalimat dan gaya bahasa). Dalam penelitian ini mengumpulkan data dengan
observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung
dengan mengamati, mendengar, dan merasakan makna bertahan hidup sedangkan
dokumentasi mengumpulkan gambar adegan dalam film Society Of The Snow.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dimensi teks, bertahan hidup menjadi
struktur makro utama, dengan superstruktur narasi yang mengikuti pola konflik,
anti-klimaks, dan ending. Struktur mikro memperlihatkan bahasa lugas dan
emosional untuk menegaskan krisis dan solidaritas. Dalam dimensi kognisi sosial,
sutradara J.A.Bayona membangun representasi realistis dan etis, menekankan
bahwa keputusan ekstrem para penyintas lahir dari keterpaksaan. Pada konteks
sosial, film ini menegaskan relevansi universal tema bertahan hidup, membuka
refleksi tentang etika, budaya, dan ketahanan manusia. Secara keseluruhan,
bertahan hidup dimaknai sebagai perjuangan fisik, mental, dan moral melalui
solidaritas, pengorbanan, dan keputusan etis, sambil mempertahankan nilai-nilai
kemanusiaan dalam kondisi ekstrem. Interpretasi kritis penulis menyimpulkan
bahwa Society of the Snow menggambarkan perjuangan hidup dalam kondisi
ekstrem setelah kecelakaan pesawat di Andes 1972. Film ini menunjukkan krisis
moral, mental, dan sosial, serta menonjolkan nilai solidaritas, pengorbanan, dan
empati, serta mengajak kita merenungkan makna hidup dan moralitas dalam
ekstrem.
No other version available