STUDI PENGARUH PENAMBAHAN KCL DAN NACL TERHADAP EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MINYAK KEDELAI SEBAGAI DEMULSIFIER ORGANIK DALAM MEMECAHKAN EMULSI MINYAK
mempengaruhi kuliatas dari minyak bumi. Sehingga untuk mendapatkan minyak bumi yang terlepas dari emulsi perlu dilakukan proses demulsifikasi, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode bottle test dengan injeksi demulsifier. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat kinerja demulsifier organik dari bahan dasar minyak kedelai dalam memisahkan emulsi terhadap demulsifier sintetis sebagai perbanding , dengan temperatur 60oC dan konsentrasi 1 ml, 3 ml, dan 5 ml selama waktu pegamatan 120 menit. Demulsifier organik diformulasikan dengan menggunakan metode saponifikasi yaitu mereaksikan zat asam lemak tidak jenuh dengan KOH sehingga membentuk demulsifier organik. Melalui hasil yang didapatkan , penelitian ini menunjukan bahwa pemisahan terbaik terjadi pada demulsifier organik konsentrasai 5 ml NaCl 1000 ppm dengan temperatur 60oC dapat memisahkan emulsi air dalam minyak secara sempurna dengan nilai pemisahan sebanyak 50 ml selama waktu pemisahan 120 menit.
No other version available