Text
Analisis Usaha Dan Pemasaran Kerang Darah (anadara Granosa) Di Desa Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
Analisis Usaha dan Pemasaran Kerang Darah (Anadara Granosa) Di Desa Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Bimbingan Ibu Sisca Vaulina, SP, MP. Desa Panipahan berbatasan langsung dengan perairan selat malaka, sehingga memiliki potensi perikanan yang besar terutama berbagai jeni ikan, udang dan kerang. Kerang darah adalah salah satu potensi perikanan yang bernilai ekonomis untuk dikembangkan di Desa Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik pembudidaya kerang darah dan profil usaha, (2)Biaya, produksi, pendapatan, efisiensi, dan titik impas (BEP), (3) Pemasaran kerang darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survey di Desa Panipahan Kecamatan Pasir Limau, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2022. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur pembudidaya kerang darah 40 tahun. Rata-rata tingkat pendidikan pembudidaya 6 tahun (SD). Rata-rata pengalaman budidaya yang dimiliki pembudidaya 3,3 tahun. Rata-rata jumlah tanggungan keluarga pembudidaya sebanyak 3 jiwa. Skala usaha tergolong dalam usaha mikro, hal ini berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usaha. Rata-rata jumlah penggunaan tenaga kerja sebanyak 17,91 HOK. Bibit yang digunakan adalah kerang darah, dengan rata-rata jumlah sebanyak 196,47 kg/periode produksi. Dalam budidaya kerang darah pembudidaya tidak perlu memberikan pakan melainkan kerang tersebut memakan plankton kecil yang hidup di tempat budidaya kerang darah. Peralatan yang digunakan dalam budidaya kerang darah masih menggunakan peralatan sederhana yaitu berupa sampan, parang, cangkul, gergaji, keranjang dan ember. Biaya produksi yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp 3.644.370,95/periode produksi. Rata-rata produksi kerang darah sebanyak 446 kg/periode produksi. Pendapatan kotor sebesar Rp 7.581.954,42 /periode produksi, pendapatan bersih sebesar Rp 3.937.583,47. Nilai efisiensi (RCR) sebesar 2,08. BEP produksi yaitu sebanyak 214,37 kg /periode produksi. BEP harga dalam rupiah Rp 8.171,28 /periode produksi. Selanjutnya produksi kerang darah di Desa Panipahan dipasarkan melalui 3 saluran yaitu, saluran I: pembudidaya kerang darah menjual langsung ke konsumen, saluran II: pembudidaya kerang darah menjual ke pedagang pengumpul kemudian pedagang pengumpul menjual ke konsumen, saluran III: pembudidaya kerang darah menjual ke pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul menjual kembali ke pedagang pengecer hingga terakhir ke konsumen. Keywords: Kerang Darah, Pendapatan, BEP, Pemasaran.
No other version available