Art Original
Pengaruh Kombinasi Media Tanam terhadap Produksi dan kualitas Jamur Grigit (Schizophyllum commune)
Penelitian dengan judul “Pengaruh Kombinasi Formulasi Media Tanam terhadap Produksi dan Kualitas Jamur Grigit (Schizophyllum commune). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Benih Ikan dan Laboratorium Ekofisiologi & Teknik Benih Fakultas Pertanian, pada bulan Juni hingga September 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi formulasi media tanam terhadap produksi dan kualitas jamur grigit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga terdapat sehingga terdapat 27 unit percobaan. Kombinasi formulasi media tanam dibuat berupa campuran ampas tebu, ampas sagu, daun nanas dan tongkol jagung. Parameter yang diamati yaitu diameter jamur, berat basah jamur, berat kering jamur, kadar air, kadar abu dan kadar protein. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kombinasi formulasi media tanam nyata terhadap parameter diameter jamur, berat basah jamur, berat kering jamur. Semua parameter jamur grigit yang diamati pada penelitian ini memperoleh hasil terbaik terdapat pada perlakuan K7 kombinasi formulasi media 200g ampas tebu : 200g ampas sagu : 400g daun nanas : 400g tongkol jagung. Formulasi media terbaik untuk meningkatkan kualitas jamur grigit yaitu pada perlakuan K4 formulasi media 100% tongkol jagung dengan hasil uji kadar protein 19,03 %, kadar air 76,80 % dan kadar abu 3,87 %. Dengan demikian, kombinasi formulasi media tanam dari perbandingan ampas tebu, ampas sagu, daun nanas dan tongkol jagung memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai media tanam untuk meningkatkan produksi dan kualitas jamur grigit.
No other version available