EFISIENSI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN LAPISAN PEKERASAN JALAN BASE A (Studi Kasus: Proyek Peningkatan Jalan Kecamatan Pangkalan Kerinci)
Penggunaan alat berat pada pekerjaan Base A berperan penting dalam mendukung efisiensi waktu dan biaya proyek jalan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan harga kerja per 1 m³ material berdasarkan hasil analisa produktivitas alat berat di lapangan dengan harga satuan dalam BOQ proyek. Studi dilakukan pada Proyek Peningkatan Jalan Kecamatan Pangkalan Kerinci menggunakan metode time study untuk mencatat waktu siklus alat seperti wheel loader, dump truck, motor grader, dan vibratory roller. Hasil perhitungan digunakan untuk mengevaluasi efisiensi biaya dan mengidentifikasi potensi perbedaan antara kondisi aktual dan rencana proyek. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik time study untuk menganalisis efisiensi kerja alat berat. Pengamatan dilakukan secara langsung di lapangan dengan mencatat waktu siklus kerja masing-masing alat berat, mulai dari proses pemuatan material oleh wheel loader, pengangkutan oleh dump truck, perataan oleh motor grader, hingga pemadatan oleh vibratory roller. Setiap siklus kerja dihitung menggunakan stopwatch untuk mendapatkan durasi aktual, kemudian dibandingkan dengan standar produktivitas yang tercantum dalam Bill of Quantity (BOQ) proyek. Perbandingan antara waktu aktual dan standar digunakan untuk menentukan tingkat efisiensi masing-masing alat berat. Selain itu, variabel pendukung seperti kondisi medan, jarak tempuh, jumlah alat, dan waktu tunggu juga dianalisis sebagai faktor yang memengaruhi produktivitas. Analisis produktivitas dan efisiensi alat berat dalam pekerjaan penghamparan lapis pondasi agregat kelas A menunjukkan variasi yang signifikan antar alat. Motor Grader mencatatkan produktivitas tertinggi sebesar 537,02 m³/jam dan efisiensi biaya mencapai penghematan 72,21%, diikuti oleh Vibratory Roller dengan produktivitas 335,04 m³/jam dan penghematan biaya sebesar 77,74%. Sebaliknya, Wheel Loader dan Dump Truck menunjukkan kinerja lebih rendah dengan produktivitas masing-masing 89,00 m³/jam dan 0,758 m³/jam, serta kenaikan biaya operasional sebesar 31,83% dan 32,06% dibanding rencana. Perbedaan ini menegaskan pentingnya pengawasan lapangan dan penyesuaian strategi operasional agar pemanfaatan alat berat lebih optimal secara waktu dan biaya.
No other version available