Studi Pengaruh Parameter Waterbreaktrough Time Dalam Mengantisipasi Terjadinya Water Coning Dengan Menggunakan Simulator CMG-2018
Water coning merupakan salah satu tantangan utama dalam produksi minyak dari reservoir bawah air, di mana air dari zona akuifer naik menuju sumur akibat tarikan tekanan yang dihasilkan oleh produksi minyak. Fenomena ini dapat menyebabkan water breakthrough (WBT) lebih awal, sehingga menurunkan efisiensi produksi dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensitivitas berbagai parameter reservoar dan sumur terhadap waktu terjadinya water breakthrough pada sistem reservoir sederhana tanpa skema injeksi, sebagai pendekatan awal dalam memahami kecenderungan coning.Metode yang digunakan adalah analisis sensitivitas berbasis numerical simulation menggunakan simulator CMG-IMEX dan CMOST. Hasil model menunjukkan performa prediksi yang sangat tinggi, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.988 untuk data pelatihan dan 0.999 untuk data verifikasi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter paling dominan dalam memengaruhi WBT adalah rasio anisotropi (89.7%), diikuti oleh perbedaan densitas fluida (9.9%), rasio perforasi (2.2%), rasio radius efektif (1%), dan rasio viskositas (0.05%).Temuan utama menunjukkan bahwa rasio anisotropi dan perbedaan densitas antara minyak dan air berperan signifikan dalam memperlambat migrasi air ke sumur, sedangkan desain perforasi dan geometri sumur memiliki pengaruh sekunder. Dengan demikian, karakterisasi anisotropi formasi dan pengaturan desain sumur menjadi aspek penting dalam mitigasi early water breakthrough akibat water coning.
No other version available