Art Original
Strategi Pengembangan Usaha Pinang Kering Di Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Pinang merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, potensi lahan untuk usahatani pinang di Kecamatan Kemuning juga sangat potensial. Namun, pemanfaatan potensi ini masih belum maksimal dilakukan petani, petani cenderung tidak serius dalam membudidayakan pinang sehingga produksi belum bisa dimaksimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik petani, pedgang dan profil usahatani pinang; 2) Usahatani pinang; 3) Sistem pemasaran pinang; 4) Strategi pengembangan usaha pinang kering di Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan metode survei dilakukan selama 6 bulan mulai bulan Oktober 2023 sampai Maret 2024. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dianalisis secara dekriptif kuantitatif dan kualitatif, analisis usahatani, analisis pemasaran, serta SWOT dan QSPM. Hasil penelitian, rata-rata petani pinang berumur 45 th, tingkat pendidikan sekolah dasar (SD), petani berpengalaman berusahatani 13 th dan memiliki 4 orang tanggungan keluarga. Rata-rata Luas lahan 0,7 ha, rata-rata produksi pinang 3.203 kg/gp/th. Total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp. 8.872.031 gp/th, pendapatan kotornya adalah Rp. 9.095.714 gp/th, pedapatan bersih sebesar Rp. 223.684 gp/th dengan efisiensi usahatani sebesar 1,09. Petani pinang di Kecamatan Kemuning memasarkan pinang pada satu saluran saja yaitu petani ke pedagang desa ke pedagang kecamatan ke pedagang kabupaten, fungsi pemasaran yang dilakukan petani hanya penjualan, penyimpanan, penanggung resiko, dan informasi pasar. Pedagang desa tidak melakukan fungsi pemasaran standarisasi dan grading. Pedagang kecamatan dan kabupaten melakukan semua fungsi pemasaran. Biaya pemasaran pedagang desa sebesar Rp. 310 /kg dengan margin Rp. 1.667 /kg, dan keuntungan Rp 1.357 /kg serta efisiensi 6,89%. Biaya pemasaran pedangang kecamatan sebesar Rp. 800 /kg dengan margin Rp. 2.000 /kg, keuntungan sebesar Rp. 1.200 /kg serta efisiensi 12,31%. Sedangkan biaya pemasaran pedagang Kabupaten sebesar Rp. 796 /kg dengan margin Rp. 1.500 /kg, dan keuntungan Rp. 704 /kg serta efisiensi 9,95%. Startegi pengembangan usahatani pinang yang dapat diimplementasikan terlebih dahulu adalah budidaya pinang yang mudah harus mampu menjadikan petani untuk memaksimalkan produksi, sehingga kuantitas pinang yang dijual lebih banyak (ST1).
No other version available