KAJIAN POTENSI PASIR KUARSA TIBAWAN SEBAGAI PROPANT HDRAULIC FRACTURING BERDASARKAN API RP 19C
Hydraulic fracturing merupakan metode stimulasi sumur yang digunakan untuk meningkatkan produksi hidrokarbon pada formasi berpermeabilitas rendah. Proppant adalah material penting dalam proses ini karena berfungsi menjaga terbukanya rekahan untuk mengalirkan fluida. Pasir kuarsa adalah salah satu jenis proppant alami yang umum digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi pasir kuarsa asal Tibawan, Kabupaten Rokan Hulu, sebagai proppant berdasarkan standar API RP 19C, dengan menganalisis parameter roundness, sphericity, bulk density, crush resistance, turbidity, dan acid solubility. Pengujian dilakukan pada pasir alam serta pasir yang dimodifikasi menggunakan epoxy resin dengan variasi 6 gram, 9 gram, dan 12 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir kuarsa Tibawan secara alami belum memenuhi standar API RP 19C pada parameter roundness (0,47), acid solubility (12%), dan crush resistance (25,35%). Namun, setelah dimodifikasi dengan epoxy resin, terutama pada sampel dengan penambahan 12 gram (T12), terjadi peningkatan signifikan pada seluruh parameter uji, termasuk roundness (0,62), sphericity (0,85), bulk density (0,91 g/cm³), acid solubility (2%), crush resistance (3,74%), dan turbidity (1 NTU). Oleh karena itu, pasir kuarsa Tibawan berpotensi dikembangkan sebagai resin coated sand untuk aplikasi proppant dalam hydraulic fracturing.
No other version available