Art Original
Kajian Ketersediaan Sarana Permukiman Di Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir
Terpusatnya sarana prasarana di daerah perkotaan yakni Kota Tembilahan sebagai pusat pemerintahan, menjadikan daerah sentra produksi pertanian dan perikanan yang umumnya berada di wilayah pesisir cenderung mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan dari fasilitas-fasilitas tersebut, karena interaksinya sangat terbatas ke pusat-pusat pelayanan tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada terjadinya ketimpangan antar wilayah perkotaan dan pedesaan sebagai daerah belakangnya, dan khususnya wilayah pesisir yang secara geografis sangat sulit untuk dijangkau. Kecamatan Kateman yang merupakan pusat pertumbuhan utama (Hirarki I) memiliki jumlah sarana permukiman sebanyak 185 unit dengan jenis sarana pendidikan sebanyak 66 unit, sarana kesehatan sebanyak 13 unit, dan peribadatan sebanyak 106 unit. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deduktif. Penelitian ini digolongkan dalam pendekatan deduktif karena karena peneliti mengkaji permasalahan yang umum berdasarkan pengujian suatu teori yang terdiri dari variabel-variabel. Pemenuhan sarana pemerintah dan pelayanan umum di Kecamatan Kateman masih terdapat sarana yang belum dimiliki yakni Kantor Pemadam Kebakaran. Pemenuhan sarana pendidikan di Kecamatan Kateman masih terdapat sarana yang belum terpenuhi yakni TK dan Taman Bacaan. Pemenuhan sarana kesehatan di Kecamatan Kateman masih terdapat sarana yang belum terpenuhi yakni poliklinik, puskesmas pembantu, posyandu, dan klinik bersalin. Pemenuhan sarana peribadatan di Kecamatan Kateman masih terdapat sarana yang belum terpenuhi yakni musholla. Pemenuhan sarana perdagangan di Kecamatan Kateman masih terdapat sarana yang belum terpenuhi yakni toko/warung. Dan pemenuhan sarana olahraga di Kecamatan Kateman sudah terpenuhi terhadap ketersediaan eksisting yang ada di Kecamatan Kateman sehingga tidak adanya pemenuhan untuk sarana olahraga
No other version available