Art Original
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang Kaki Lima Di Bundaran Keris Kota Pekanbaru
Berkembangnya Bundaran Keris dari beberapa pedagang hingga saat ini 128 PKL yang memilih berdagang di Lokasi ini, memiliki daya tarik untuk mengetahui faktor para PKL dalam memilih lokasi berdagang. Menurut Fandy(2002) pemilihan tempat atau lokasi Usaha memerlukan pertimbangan cermat terhadap faktor-faktor : (1) Aksesibilitas, (2) Visibilitas, (3) Lalu lintas (traffic), (4) Tempat parkir yang luas, nyaman, dan aman, (5) Ekspansi, (6) Lingkungan, (7) Persaingan, (8) Peraturan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang Kaki Lima di Bundaran Keris Kota Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuatitatif. Data yag digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil survey dan observasi. Data hasil observasi dan wawancara mengenai kaakteristik PKL di Bundaran Keris tersebut dianalisis dengan analisis dekriptif yakni menjelaskan dan memaparkan karakteristik para PKL yakni berjualan/berdagang hanya sekitar 7-8 jam sehari yakni pada sore hari hingga dini hari, mayoritas pendapatan PKL 1 Juta sampai 6 Juta/Bulan. Selain itu Mayoritas PKL memiliki warung semi permanen untuk sarana berdagangnya. Sebagian besar PKL telah berdagang hingga 3 Tahun lamanya dengan jumlah kunjungan lebih dari 20 orang sehari, PKL ini memiliki modal usaha lebih dari 3 Juta. Adapun alasan PKL memilih lokasi berdagang di Bundaran Keris adalah karena Aksesibilitas atau lokasi Bundaran keris yang mudah terjangkau karena berada di pusat Kota dan berada di sisi Bundaran Keris Jalan Diponegoro. Selain itu Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang Kaki Lima Di Bundaran Keris Kota Pekanbaru dianalisis menggunkan Analisis Faktor menggunakan Aplikasi SPSS yang telah dilakukan menggunakan analisis faktor dengan 8 variabel yakni variabel (Aksesibilitas, Visibilitas, Tempat Parkir, Persaingan, Peraturan Pemerintah Lalu Lintas, Ekspansi, Lingkungan) didapati hasil 4 faktor yang terbentuk dari 8 variabel yakni (Faktor pengembangan dan kompetisi, Faktor Lingkungan, Faktor Regulasi dan Jangkauan, Faktor Arus Lalu Lintas)
No other version available