Art Original
Tingkat Kerentanan Bencana Abrasi Pada Kawasan Permukiman Di Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti
Kecamatan Rangsang Barat terdiri dari Desa Melai, Desa Mekar Baru, Desa Anak Setatah, Desa Bantar, dan Desa Permai. Memiliki potensi terkena dampak abrasi disepanjang tahun, hal ini disebabkan oleh gelombang laut. Sehingga terjadi penyusustan daratan dengan rata – rata 13,90 m/th. Berpengaruh terhadap wilayah rentan bencana. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kerentanan terhadap bencana abrasi di Kecamatan Rangsang Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. menjelaskan kondisi sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan di wilayah penelitian. Melakukan penilian tingkat kerentanan terhadap bahaya abrasi dilakukan melalui penilaian skor (1) rendah, (2) sedang dan (3) tinggi. Software GIS digunakan untuk mengoverlay peta, memvisualisasikan hasil penilaian kondisi di wilayah penelitian, dan menentukan tingkat kerentanan bencana abrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pada kerentanan sosial diseluruh Kecamatan Rangsang Barat nilai kerentanan tinggi 3 terdiri dari Desa Melai, Mekar Baru, Anak Setatah, Bantar dan Permai, pada kerentanan ekonomi diseluruh Kecamatan Rangsang Barat dengan nilai kerentanan 1, 2 dan 3, Dalam hal kerentanan fisik, Desa Bantar menunjukkan tingkat kerentanan rendah skor 1, sementara Desa Melai, Mekar Baru, Anak Setatah, dan Permai memiliki tingkat kerentanan sedang skor 2. Di sisi lingkungan, Desa Anak Setatah menonjol dengan tingkat kerentanan rendah skor 1, sementara Desa Melai, Mekar Baru, Bantar, dan Permai menunjukkan tingkat kerentanan sedang skor 3.
No other version available