Art Original
PENEGAKAN HUKUM OLEH KEPOLISIAN TERHADAP PELAKU PENCURIAN FASILITAS UMUM BERUPA BESI PAGAR PEMBATAS SUNGAI SIAK DI WILAYAH POLSEK SENAPELAN
Pencurian fasilitas umum berupa besi pagar pembatas Sungai Siak di wilayah hukum Polsek Senapelan telah menjadi masalah serius yang mengancam keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pagar tersebut berfungsi sebagai pelindung warga dari bahaya sungai sekaligus penanda batas wilayah, sehingga kerusakan atau hilangnya pagar dapat membahayakan keselamatan publik. Kasus ini marak terjadi karena beberapa faktor, mulai dari nilai ekonomis besi bekas yang tinggi, lokasi pagar yang relatif sepi dan kurang terjamah pengawasan, hingga keterbatasan sumber daya kepolisian dalam melakukan patroli rutin. Pelaku umumnya memanfaatkan malam hari atau kondisi lengang untuk membongkar dan membawa pagar besi tersebut ke pasar loak atau penadah yang tidak bertanggung jawab. Masalah pokok dalam penelitian ini Apa saja penyebab terjadinya tindakan kejahatan terhadap pelaku pencurian fasilitas umum berupa besi pagar pembatas sungai siak di wilayah hukum Polsek Senapelandan apa hambatan kepolisian dalam pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelaku pencurian fasilitas umum berupa besi pagar pembatas sungai siak di wilayah hukum Polsek Senapelan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei, sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Kanit Reskrim Polsek Senapelan dan penyidik Reskrim Polsek Senapelan, serta tokoh masyarakat dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan diketahui bahwa kasus pencurian besi pagar pembatas Sungai Siak di wilayah Polsek Senapelan muncul akibat kombinasi faktor ekonomi, sosial, dan sistemik. Akar utamanya terletak pada tekanan ekonomi pelaku yang memandang besi sebagai komoditas mudah dijual, diperparah oleh lemahnya pengawasan di lokasi terpencil dan pasar gelap yang menerima barang curian, dan penyidik Polsek Senapelan menghadapi tantangan kompleks dalam mengungkap kasus pencurian besi pagar Sungai Siak, mulai dari minimnya bukti fisik di TKP hingga kesulitan melacak rantai distribusi besi curian di pasar gelap. Kurangnya saksi mata akibat lokasi sepi dan ketidakaktifan masyarakat melapor memperparah situasi, ditambah lemahnya infrastruktur pengawasan seperti CCTV di area rawan. Kendala teknis berupa kesulitan membedakan besi curian dengan besi legal di pasaran, serta terbatasnya personil penyidik yang harus menangani multi kasus sekaligus, memperlambat proses investigasi.
No other version available