PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KELUARGA BERENCANA PRIA DI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DPPKBP3A) DI KECAMATAN TAPUNG HILIR KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat pada Program Keluarga Berencana Pria Di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Di Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar. Tipe penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, data primer yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dan data sekunder dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi serta dokumentasi. Dan teknik analisis data yang digunakan dengan analisis deskriptif, dengan hasil wawancara 4 indikator yang digunakan meliputi pengambilan keputusan, pelaksanaan (implementasi) program, pemanfaatan program, dan evaluasi program. Berdasarkan teknik analisis ini menyimpulkan bahwa indikator pertama yaitu pengambilan keputusan yang dilaksanakan belum berperan dimana pihak dinas DPPKBP3A bahwasannya masih kurang dalam menyampaikan informasi dan edukasi perihal KB pria kepada masyarakat dikarenakan lebih memfokuskan kepada KB MKJP paska salin untuk wanita serta dalam proses penyuluhan kepada masyarakat hanya melibatkan para ibu-ibu dikarenakan sosialisasi khusus kepada bapak-bapak belum ada dan lebih mudah mencari akseptor KB wanita. Indikator pelaksanaan program dalam prosesnya masih ditemukan kendala yaitu terbatasnya anggaran dana untuk KB pria, sulit mengumpulkan pria dengan alasan sibuk bekerja dan juga kecemasan pada pria bahwa KB MOP dapat berdampak negatif kepada kesehatan. Pada indikator pemanfaatan pada program KB MOP tidak mengganggu kesehatan pria baik secara fisik kesehatan berkaitan dengan hubungan suami istri kemudian dari manfaat yang dirasakan akseptor KB kondom yakni lebih aman penggunaanya dan juga tidak menimbulkan efek samping, keberhasilan program KB pria MOP dan kondom jika ditinjau pada data pencapaian pengguna akseptor tahun 2023 masih dikatakan rendah karena tidak mencapai target setiap tahunnya. Pada indikator evaluasi program masih ditemukan kendala minimnya pengetahuan dari masyarakat itu sendiri mengenai kegunaan KB pria, efek samping dan juga manfaatnya, pemahaman yang belum menyeluruh terkait peran sebagai suami yang kurang peduli perihal KB untuk kebaikan pasangannya.
No other version available